• Link to Facebook
  • Link to WhatsApp
  • Link to Instagram
  • Link to Youtube
Contact Us: 0274-898444 Ext.2405
Direktorat Pendidikan dan Pembinaan Agama Islam
  • PEMBINAAN
    • Pelatihan Kepemimpinan dan Dakwah (PKD)
    • Pelatihan Pengembangan Diri (PPD)
    • Orientasi Nilai Dasar Islam (ONDI)
    • Pendalaman Nilai Dasar Islam (PNDI)
    • Pelatihan Dakwah Masyarakat (PDM)
  • LAYANAN
    • Informasi Ujian Remidi PNDI
    • FAQ Pembinaan Keagamaan
    • Konsultasi Keislaman
    • Formulir Pengislaman
  • DOWNLOAD
    • Buku-Buku DPPAI
    • Buku Pembinaan Keagamaan
    • Kumpulan Hadis TAFAQUH
    • Buletin Al-Islamiyah
    • Buletin Al-Rasikh
  • PROFIL
    • Tentang Organisasi
    • Struktur Organisasi
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu

TERNYATA MASIH JALAN DI TEMPAT

Banyak orang mengira dirinya sudah berhijrah, sudah lebih baik, dan sudah berilmu. Padahal sebenarnya ia masih berada di tempat yang sama, bahkan ada yang terjerumus pada jalan yang sesat. Kaum muslimin yang dirahmati Allah, sebagai umat islam hendaknya kita selalu introspeksi diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya dan semangat dalam melakukan kebaikan (fastabiqul khoirat) sebagaimana yang telah dicontohkan oleh sahabat – sahabat Rasulullah , seperti kisah dimana saat Umar bin Khattab menginfakkan setengah hartanya kepada Rasulullah  dan mengira bahwa kali ini pasti melampaui Abu Bakar Ash Siddiq. Tetapi tidak lama kemudian datanglah Abu Bakar membawa seluruh hartanya untuk diinfakkan kepada Rasulullah . kemudian Umar Bin Khattab berkata, Demi Allah saya tidak akan melampauinya untuk mencapai keutamaan selamanya. Lihatlah bagaimana para sahabat dahulu bersemangat dalam kebaikan padahal diantara mereka ada yang sudah dijamin masuk surga.

Kaum muslimin yang dirahmati Allah, hijrah merupakan ibadah yang agung, dan disyari’atkan bagi setiap muslimin di setiap waktu, hijrah ini menurut ibnul qoyyim termasuk hijrah dengan hati atau hijrah maknawi, karena didalam Risalah Tabukiyah  ibnul qoyyim membagi hijrah menjadi 2 yang pertama yaitu hijrah dengan hati (maknawi) dan yang kedua yaitu hijrah dengan badan (hissi).

Hijrah dengan hati adalah meninggalkan apa yang dibenci Allah menuju apa yang dicintai Allah dan inilah yang disebut al firar ila Allah ( berlari menuju Allah ). Allah  berfiman yang artinya, “Maka berlarilah kalian menuju Allah” (QS Adz Dzariyat [51]: 50). Kemudian yang dimaksud dengan hijrah dengan badan (hissi) adalah meninggalkan negeri kafir menuju ke negeri islam atau meninggalkan negeri yang banyak fitnah menuju negeri yang sedikit fitnah, hijrah ini disyariatkan bagi seorang muslim yang tidak bisa menjalankan perintah Allah  dan menjauhi larangan Allah  di negeri tersebut. Adapun topik yang akan kita bahas kali ini yaitu hijrah dengan hati.

Hijrah Kepada Allah

Kaum muslimin yang dirahmati Allah, tahukah kalian bahwa tujuan kita diciptakan oleh Allah  adalah hanya untuk beribadah kepada-Nya? Allah  berfirman yang artinya, “Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan supaya meraka beribadah kepada-Ku” (QS. Adz Dzariyat [51]: 56).

Syaikhul Islam mengatakan,” Ibadah adalah meliputi segala sesuatu yang dicintai Allah  dan diridhai-Nya, berupa ucapan maupun perbuatan, baik yang tampak maupun yang tersembunyi. Wahai saudaraku, lihatlah betapa agungnya agama islam sehingga memiliki banyak sekali amalan ketaatan yang seluruh umat Islam bisa melakukannya dan Allah  akan mencintai dan meridhai amalan tersebut selama memenuhi 2 syarat, yaitu Ikhlas karena Allah  dan Ittiba’ (mengikuti ajaran kepada Rasulullah ).

Dua syarat ini merupakan kaidah fiqih yang sangat penting bagi kaum muslimin. Pada ayat al-Qur’an juga dijelaskan dalam firman Allah  yang artinya, “Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya” (QS. Al Kahfi [18]: 110). Seorang tokoh terkemuka generasi tabi’ tabi’in Al Fudhail bin Iyadh juga tatkala menjelaskan mengenai firman Allah  yang artinya, “Supaya Dia menguji kamu, siapa diantara kamu yang lebih baik amalnya”, (QS. Al Mulk [67]: 2), beliau mengatakan, bahwa amalan yang baik yaitu amalan yang paling ikhlas dan shawab (mencocoki ajaran Nabi Muhammad .

Hijrah kepada Allah  ini mengandung sikap meninggalkan segala hal yang dibenci oleh Allah  kemudian diikuti dengan melakukan apa saja yang dicintai dan diridhai oleh Allah . Pokok hijrah ini adalah rasa cinta dan benci di dalam hati. Dalam artian seseorang yang berhijrah meninggalkan sesuatu (baca ; maksiat) kepada sesuatu yang lain (baca ; ketaatan) tentu saja karena apa yang dia tinggalkan. Oleh sebab itulah dia lebih mengutamakan perkara yang lebih dicintainya daripada perkara-perkara yang lainnya (lihat Adh Dhau’ Al Munir ‘ala At Tafsir, oleh Imam Ibnul Qoyyim)

Menyelamatkan Diri Dari Adzab Allah

Kaum muslimin yang dirahmati oleh Allah , ketahuilah bahwa ibadah tidak hanya sekedar menjalankan apa yang perintah Allah , seperti sholat, zakat, puasa dan perintah ibadah lainya. Namun ibadah juga bisa berupa meninggalkan apa yang Allah  larang, seperti syirik, minum minuman keras, zina, dan perbuatan maksiat lainnya. Sebab utama yang akan membebaskan kita dari adzab Allah  adalah tauhid dan keimanan. Dengan tauhid dan iman itulah dirinya akan selamat dari kekalnya siksa neraka. Berbeda dengan orang kafir atau musyrik. Betapa pun banyak jasa dan kebaikan mereka kepada manusia, jika mereka kafir dan mempersekutukan Allah  maka di akhirat mereka kekal dihukum di neraka. Amalannya akan sirna dan sia-sia, terhapus dan hancur akibat syirik dan kekafiran mereka kepada Allah .

Allah  berfirman (yang artinya), “Sesungguhnya barangsiapa yang mempersekutukan Allah maka sungguh Allah haramkan atasnya surga dan tempat kembalinya adalah neraka, dan tidak ada bagi orang-orang zalim itu penolong”. (QS. Al Ma’idah [5]: 72)

Allah  juga berfirman (yang artinya), “Sungguh telah diwahyukan kepadamu dan kepada orang-orang sebelummu, jika kamu berbuat syirik niscaya lenyap seluruh amalmu dan benar-benar kamu termasuk golongan orang-orang yang merugi” (QS. Az Zumar [39]: 65)

Syirik Kezaliman Terbesar

Allah  berfirman yang artinya,“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik dan Dia akan mengampuni dosa di bawah tingkatan syirik bagi siapa saja yang dikehendaki-Nya. (QS. An Nisaa’ [48]: 116)

Syaikh Abdurrahman bin Hasan rahimahullah berkata, “Dengan ayat ini maka jelaslah bahwasanya syirik adalah dosa yang paling besar. Karena Allah ta’ala mengabarkan bahwa Dia tidak akan mengampuninya bagi orang yang tidak bertaubat darinya (Fathul Majid).Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu bertanya kepada Nabi, “Wahai Rasulullah, dosa apakah yang paling besar? Maka beliau menjawab, “Yaitu engkau mengangkat tandingan/sekutu bagi Allah (dalam beribadah) padahal Dia lah yang telah menciptakanmu. (HR. Bukhari dan Muslim).

Dalam hadits yang lain dari Abdurrahman bin Abi Bakrah, dari ayahnya, ayahnya berkata: Rasulullah  bersabda, “Maukah aku kabarkan kepada kalian tentang dosa besar yang paling besar? Beliau bertanya sebanyak tiga kali.Para sahabat menjawab, “Mau wahai Rasulullah!Lalu beliau bersabda, “Yaitu mempersekutukan Allah dan durhaka kepada kedua orang tua. Lalu beliau duduk tegak setelah sebelumnya bersandar seraya melanjutkan sabdanya, “Ingatlah, begitu juga berkata-kata dusta. Beliau mengulang-ulang kalimat itu sampai-sampai aku bergumam karena kasihan, “Mudah-mudahan beliau diam. (HR. Bukhari dan Muslim). Oleh karena itulah, Adz Dzahabi yang menulis kitab Al Kaba’ir menempatkan dosa syirik kepada Allah sebagai dosa besar nomor satu sebelum dosa-dosa yang lainnya. Beliau berkata, “Dosa besar yang terbesar adalah kesyirikan kepada Allah . (Al Kaba’ir)

Tunduk Kepada Syari’at Allah

Termasuk di dalam cakupan hijrah kepada Allah  adalah dengan mengikuti aturan dan hukum-hukum yang telah ditetapkan Allah  dan Rasul-Nya bagi umat manusia. Baik aturan itu menyangkut masalah ibadah/ritual, akhlak/perilaku, mu’amalah, ekonomi, politik, dan lain sebagainya. Sebab Islam adalah ajaran yang lengkap dan sempurna, meliputi berbagai sisi kehidupan. Dengan tunduk kepada hukum-hukum Allah  akan mendatangkan hidayah, ketentraman dan keselamatan, di dunia dan di akhirat.

Allah  berfirman (yang artinya), “Barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku maka dia tidak akan sesat dan tidak akan celaka” (QS. Thaha [20]: 123). Diantara bentuk ketundukan kepada syari’at Allah  adalah dengan memberikan ketaatan kepada ulama dan umara/pemerintah dalam hal-hal yang ma’ruf/kebaikan. Demikian pula wajib mengembalikan segala perselisihan kepada Al Qur’an dan As Sunnah.Inilah yang disebut dengan ketundukan kepada hukum Allah.

Allah  berfirman (yang artinya), “Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul, dan juga ulil amri/para pemimpin diantara kalian. Kemudian, apabila kalian berselisih dalam suatu masalah, kembalikanlah kepada Allah dan Rasul, jika kalian benar-benar beriman kepada Allah dan hari akhir.Hal itu lebih baik dan lebih bagus hasilnya” (QS. An Nisaa’ : 59)

Kaum muslimin yang dirahmati Allah, dari penjelasan-penjelasan tadi teranglah bagi kita bahwa sesungguhnya kebahagiaan dan keselamatan yang hakiki hanya bisa diraih dengan kembali kepada Allah dan Rasul-Nya, yaitu meninggalkan segala hal yang dibenci dan tidak diridhai-Nya menuju apa-apa yang dicintai dan diridhai-Nya. Untuk tujuan itulah Allah Ta’ala menciptakan segenap jin dan manusia. Allah  berfirman (yang artinya), “Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali supaya mereka beribadah kepada-Ku” (QS. Adz Dzariyat : 56). Wallahu a’lam bish shawaab.

Khalqurrahman

Mahasiswa FTSP UII

Pages

  • Beranda Utama
  • Buku Eksistensi Pemuda Muslim Digital
  • Buku Pembinaan Keagamaan
  • Buku-Buku DPPAI
  • Buletin Al-Rasikh
  • Buletin Al-Rasikh 2022
  • Buletin Al-Rasikh 2023
  • Daftar Ulang
  • Dakwah Dosen Tendik UII
  • Formulir Pengislaman
  • GALERI
  • Informasi Ujian Remidi PNDI
  • Kata Pengantar
  • Kententuan Penulisan Al-Rasikh
  • Konsultasi Keislaman
  • Konsultasi Keislaman Baru
  • Kumpulan Hadis TAFAQUH
  • Kumpulan Laman
  • Lembaga Dakwah
  • Lingkup Kegiatan
  • Orientasi Nilai Dasar Islam (ONDI)
  • Pelatihan Dakwah Masyarakat (PDM)
  • Pelatihan Kepemimpinan dan Dakwah (PKD)
  • Pelatihan Kepemimpinan dan Dakwah (PKD) – Lama
  • Pelatihan Pengembangan Diri (PPD)
  • PEMBINAAN
  • Pendalaman Nilai Dasar Islam (PNDI)
  • Pendalaman Nilai Dasar Islam (PNDI) (copy)
  • Ruang Berita DPPAI
  • Struktur Organisasi
  • TAFAQUH
  • Tentang Organisasi
  • Tulisan Al-Islamiyah
  • Visi Misi & Strategi

Categories

  • Akhlaq
  • Al-Islamiyah
  • Aqidah
  • Artikel Dakwah Tendik
  • Berita
  • Berita Universitas
  • BTAQ dan PI
  • Buletin Al-Rasikh
  • Data Peserta
  • Fiqh
  • Hasil Ujian
  • Ibadah
  • Kegiatan
  • Lainnya
  • ONDI
  • Pengumuman
  • Pesantrenisasi
  • Pesantrenisasi I
  • Pilihan
  • Uncategorized

Archive

  • Maret 2024
  • Desember 2023
  • November 2023
  • Juli 2023
  • Maret 2023
  • Februari 2023
  • November 2022
  • Oktober 2022
  • September 2022
  • Juli 2022
  • Juni 2022
  • April 2022
  • Maret 2022
  • Februari 2022
  • Januari 2022
  • November 2021
  • Oktober 2021
  • September 2021
  • Agustus 2021
  • Juli 2021
  • Juni 2021
  • Mei 2021
  • Maret 2021
  • Desember 2020
  • November 2020
  • Oktober 2020
  • September 2020
  • Agustus 2020
  • Juli 2020
  • Maret 2020
  • Desember 2019
  • November 2019
  • Oktober 2019
  • Mei 2019
  • Desember 2018
  • Juli 2018
  • Juni 2017
  • Maret 2017
  • Februari 2017
  • Januari 2017

Gedung Masjid Ulil Albab Lt.3
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: 0274-898444 Ext. 2405
Whatsapp: +62 815-8881-364
Email: [email protected]

 

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2021.

© Hak Cipta 2024 - Direktorat Pendidikan dan Pembinaan Agama Islam UII | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Konten dimutakhirkan 10 Januari 2025
  • Link to Facebook
  • Link to WhatsApp
  • Link to Instagram
  • Link to Youtube
Link to: JALAN MUSLIM MENUJU KAMPUNG HALAMAN YANG SESUNGGUHNYA Link to: JALAN MUSLIM MENUJU KAMPUNG HALAMAN YANG SESUNGGUHNYA JALAN MUSLIM MENUJU KAMPUNG HALAMAN YANG SESUNGGUHNYA Link to: PARADIGMA KEILMUAN DALAM ISLAM Link to: PARADIGMA KEILMUAN DALAM ISLAM PARADIGMA KEILMUAN DALAM ISLAM
Scroll to top Scroll to top Scroll to top