• Link to Facebook
  • Link to WhatsApp
  • Link to Instagram
  • Link to Youtube
Contact Us: 0274-898444 Ext.2405
Direktorat Pendidikan dan Pembinaan Agama Islam
  • PEMBINAAN
    • Pelatihan Kepemimpinan dan Dakwah (PKD)
    • Pelatihan Pengembangan Diri (PPD)
    • Orientasi Nilai Dasar Islam (ONDI)
    • Pendalaman Nilai Dasar Islam (PNDI)
    • Pelatihan Dakwah Masyarakat (PDM)
  • LAYANAN
    • Informasi Ujian Remidi PNDI
    • FAQ Pembinaan Keagamaan
    • Konsultasi Keislaman
    • Formulir Pengislaman
  • DOWNLOAD
    • Buku-Buku DPPAI
    • Buku Pembinaan Keagamaan
    • Kumpulan Hadis TAFAQUH
    • Buletin Al-Islamiyah
    • Buletin Al-Rasikh
  • PROFIL
    • Tentang Organisasi
    • Struktur Organisasi
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
Artikel Dakwah Tendik

Bimbingan Orang Tua Menjadi Kunci  Dalam Tumbuh Kembang Buah Hati

Bimbingan Orang Tua Menjadi Kunci 

Dalam Tumbuh Kembang Buah Hati

Fariyanto

[email protected]

 

Bagi orang tua kehadiran anak merupakan amanah sekaligus ujian. Anak merupakan karunia dan hibah dari Allah SWT sebagai penyejuk pandangan mata, kebanggaan orang tua dan sekaligus perhiasan dunia. Sehingga jika mereka adalah perhiasan, tentunya kita akan menjaga perhiasan itu dengan sebaik-baiknya. Yaitu dengan membekali mereka dengan pendidikan dan amalan-amalan yang bermanfaat.

Allah SWT berfirman dalam Qur’an Surat al-Anfal [8]: 28

وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّمَآ أَمْوَٰلُكُمْ وَأَوْلَٰدُكُمْ فِتْنَةٌ وَأَنَّ ٱللَّهَ عِندَهُۥٓ أَجْرٌ عَظِيمٌ

“Dan ketahuilah bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah ada pahala yang besar”

Sebagai orang tua pastinya mempunyai peran masing-masing, seorang ayah memiliki peran sebagai pemimpin, pelindung sekaligus pendidik bagi anaknya. Tetapi tentu saja tidak dapat melepaskan masalah pendidikan anak-anaknya hanya kepada ibu dan sekolahnya, sedang peran ibu bukanlah sesuatu yang rendah tetapi sebagai pekerjaan yang sangat mulia. Mengurusi rumah tangga dan mendidik anak juga berdampak penting pada keharmonisan keluarga. Oleh sebab itu seorang ibu wajib mengurusi rumah tangga dan menjaga kerukunan dalam keluarga agar mendapat ridho suami dan Allah SWT. Untuk itu bisa diambil kesimpulan bahwa mendidik anak menjadi tugas bersama orang tua. Peran ayah dan ibu sama-sama penting dalam memajukan dan mendampingi anak-anak sehingga mereka selamat dalam menghadapi kehidupan dunia ini.

Ada sebuah peristiwa yang patut kita renungkan, peristiwa yang dapat menjatuhkan martabat sebagai orang tua. Mereka menyampaikan didepan konferensi pers kepolisian dengan terbata-bata: “Dari hati yang paling dalam kami memohon maaf kepada keluarga besar, anak-anak dan teman-teman sekalian. Apa yang telah kami lakukan ini salah dan bukanlah sesuatu yang patut dicontoh, kami menyesal, jauhilah narkoba karena akan menjerumuskan kedalam jurang kehancuran”. Demikian ungkapan salah satu public figure yang akhir-akhir ini tertangkap aparat kepolisian karena kasus narkoba sabu-sabu. Belum lagi berita-berita  kriminal lain seperti pembunuhan, kekerasan antara orang tua kepada anak bahkan sebaliknya anak terhadap orangtuanya.

Sungguh miris memang, hampir setiap hari kita menyaksikan di media selalu ada berita tentang kriminal dan penyalahgunaan narkoba. Ini tentu merupakan salah satu tugas dan kewajiban kita sebagai orang tua untuk membentengi keluarga kita, melindungi mereka, memberikan nasihat-nasihat, khususnya anak-anak kita yang kelak akan menjadi generasi penerus kita. Kita mulai dari keluarga masing-masing. Sekuat kita untuk saling menjaga nama baik keluarga dan masyarakat.

Sekarang ini kita menghadapi tatanan kehidupan baru, new normal istilahnya karena masih dalam kondisi Pandemi Covid-19. Menjadi tantangan besar, dimana saat pandemi Covid-19 yang masih melanda dan dengan derasnya kemajuan teknologi internet menjadikan tantangan selanjutnya bagi kita sebagai orang tua. Kita harus mampu bijak menghadapi kondisi dan keadaan ini. Kita harus bisa menyaring informasi mana yang bermanfaat dan tidak.

Sebagai seorang yang beriman tentunya kita harus bersabar, “Dibalik musibah tentunya ada hikmah”. Demikian kalimat yang sering kita dengar. Saat ini Pemerintah dan instansi-instansi menganjurkan untuk lebih banyak bekerja dari rumah (KdR) dengan anjuran stay at home. Yuk, justru hal ini menjadi momentum yang tepat bagi kita orang tua untuk lebih dekat dengan keluarga dan anak-anak kita. Waktunya untuk memberikan ilmu dan nasehat yang bermanfaat, sebisa dan semampu yang kita kuasai. Dulu banyak alasan kenapa kita tidak bisa berdekatan dengan mereka, alasan klasik tentu karena kesibukan. Pegawai rela bekerja dari pagi sampai sore bahkan lembur malam dilaluinya, petani seharian mengurusi tanamanya di kebun atau sawahnya dan sebagainya, pulang sudah lelah dan capek sehingga melewati dan mengabaikan untuk membersamai anak-anak mereka.

Di Jaman yang serba modern ini, memang tidak kita pungkiri cara kita mendidik anak-anak kita tentu berbeda dengan cara orang tua kita dahulu mendidik kita, pun demikian kelak nantinya anak-anak kita tentu akan berbeda cara mendidik anak-anak mereka, begitu seterusnya. Hal tersebut karena jaman selalu berubah. Mau tidak mau, suka atau tidak suka kita saat ini berada pada jaman dengan kemajuan teknologi yang sedemikian pesatnya. Kita juga sebisa mungkin beradaptasi dengan perubahan-perubahan yang ada. Internet dan gadget bisa menjadi salah satu kebutuhan dan sumber pengetahuan saat ini. Tetapi menjadi pisau bermata dua jika kita tidak mampu untuk memilah dan memilih dalam menggunakanya.

Dampingilah anak-anak kita yang saat ini sangat dekat dengan instrument kemajuan teknologi tersebut, janganlah biarkan mereka lebih asyik apalagi terbuai dengan gadget mereka. Bijaklah dalam memberikan waktu untuk mereka, menggunakan teknologi untuk mencari ilmu yang bermanfaat dan menunjang pendidikan, selalu ingatkan bahwa mendalami ilmu agama lebih penting dari yang lainya, ingatkan jika waktunya sholat telah tiba, ajaklah mereka sholat berjamaah dan tepat waktu, inilah waktunya kita mampu menunjukkan bahwa kita mampu menjadi imam sholat bagi mereka, bisa juga memberikan kesempatan kepada anak laki-laki kita untuk belajar menjadi imam dalam sholat di keluarga kita, dampingi, ajari dan ingatkan untuk membaca dan memahami al-quran serta ibadah-ibadah lain agar mereka tidak terlalu fokus dalam dunia mayanya. Jadikanlah diri kita orang tua yang bisa dicontoh dan ditauladani oleh anak-anak kita. Sehingga anak-anak kita mempunyai kebanggaan mempunyai orang tua yang selalu melindungi dan membimbingnya.

Marilah niatkan diri kita sebagai orang tua untuk benar-benar mendidik mereka, jagalah amanah yang diberikan ini dengan sebaik-baiknya, dan hanya memohon kepada Allah SWT agar selalu dalam lindungan-Nya dan diberikan kesabaran serta kemudahan dalam segala urusan yang menghambat. Dalam sebuah Hadits tentang anak sholeh,

عَنْ اَبي هُـرَيْـرَةَ رَضِـَي اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اِذاَ ماَتَ ابْنُ اٰدَمَ اِنْقَطَعَ عَمَلُهُ اِلاَّ مِنْ ثَلاَث: صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ اَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ اَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُوْ لَه (رَوَهُ مُسْلِمْ)

“Dari Abu Hurairah ra., Rasulullah SAW bersabda: “Apabila anak cucu Adam telah mati, terputuslah amalannya kecuali 3 perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shalih yang mendoakan orang tuanya.” (HR Muslim).

Doa anak yang shaleh bagi orangtuanya adalah hal yang sangat dinantikan oleh setiap orang tua di dunia. Untuk menghasilkan anak yang shaleh dibutuhkan ikhtiar dan usaha yang tidak ada putusnya, meskipun tidak mudah, yang perlu diingat adalah usaha yang dilakukan saat ini akan membawa manfaat dikemudian hari.

Coba berkaca pada diri kita masing-masing, saat ini kita masih memiliki fisik yang kuat dan sehat, tetapi dengan berjalanya waktu insyaallah jika kita diberikan umur panjang, bukankah semakin lama fisik kita semakin lemah, daya fikir menurun, sakit-sakitan dst, justru kita nanti yang bergantian membutuhkan kasih sayang dari anak-anak kita, dan bisa jadi nantinya mereka yang bergantian merawat kita.

Jika kita salah dalam mendidik mereka bukan tidak mungkin nanti mereka tidak peduli dengan keadaan kita. Naudzubillah min dzalik, semoga hal tersebut tidak terjadi pada keluarga kita. Untuk itu perlu kiranya kita mendidik anak-anak kita agar selalu istiqomah dalam agama Islam, mendidik mereka tentang sholat yang baik dan  benar, mendidik dengan ibadah-ibadah yang lain seperti dzikir, membaca al-Qur’an, belajar bersedekah, membantu orang tua, belajar yang tekun dan lain sebagainya, kenalkan kepada mereka bagaimana bersikap sopan santun kepada orang tua dan orang lain, toleransi kepada sesama, bagaimana menjaga, melestarikan dan merawat alam sekitar, dan banyak hal yang lain yang perlu kita nasehatkan kepada buah hati kita.

Jadi sangatlah penting bagi kita sebagai orang tua untuk senantiasa mendidik anak-anak kita dengan baik dan dampingI mereka dalam tumbuh kembangnya. Semoga dengan kepedulian yang penuh kasih sayang, menjadikan mereka pribadi anak yang shaleh dan shalehah. Aamiin Ya Robbal ‘Alamiin

31/07/2021
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://dppai.uii.ac.id/wp-content/uploads/2022/07/DPPAI-2022.png 0 0 Ridho Frihastama https://dppai.uii.ac.id/wp-content/uploads/2022/07/DPPAI-2022.png Ridho Frihastama2021-07-31 11:30:352021-07-31 23:14:39Bimbingan Orang Tua Menjadi Kunci  Dalam Tumbuh Kembang Buah Hati

Pages

  • Beranda Utama
  • Buku Eksistensi Pemuda Muslim Digital
  • Buku Pembinaan Keagamaan
  • Buku-Buku DPPAI
  • Buletin Al-Rasikh
  • Buletin Al-Rasikh 2022
  • Buletin Al-Rasikh 2023
  • Daftar Ulang
  • Dakwah Dosen Tendik UII
  • Formulir Pengislaman
  • GALERI
  • Informasi Ujian Remidi PNDI
  • Kata Pengantar
  • Kententuan Penulisan Al-Rasikh
  • Konsultasi Keislaman
  • Konsultasi Keislaman Baru
  • Kumpulan Hadis TAFAQUH
  • Kumpulan Laman
  • Lembaga Dakwah
  • Lingkup Kegiatan
  • Orientasi Nilai Dasar Islam (ONDI)
  • Pelatihan Dakwah Masyarakat (PDM)
  • Pelatihan Kepemimpinan dan Dakwah (PKD)
  • Pelatihan Kepemimpinan dan Dakwah (PKD) – Lama
  • Pelatihan Pengembangan Diri (PPD)
  • PEMBINAAN
  • Pendalaman Nilai Dasar Islam (PNDI)
  • Pendalaman Nilai Dasar Islam (PNDI) (copy)
  • Ruang Berita DPPAI
  • Struktur Organisasi
  • TAFAQUH
  • Tentang Organisasi
  • Tulisan Al-Islamiyah
  • Visi Misi & Strategi

Categories

  • Akhlaq
  • Al-Islamiyah
  • Aqidah
  • Artikel Dakwah Tendik
  • Berita
  • Berita Universitas
  • BTAQ dan PI
  • Buletin Al-Rasikh
  • Data Peserta
  • Fiqh
  • Hasil Ujian
  • Ibadah
  • Kegiatan
  • Lainnya
  • ONDI
  • Pengumuman
  • Pesantrenisasi
  • Pesantrenisasi I
  • Pilihan
  • Uncategorized

Archive

  • Maret 2024
  • Desember 2023
  • November 2023
  • Juli 2023
  • Maret 2023
  • Februari 2023
  • November 2022
  • Oktober 2022
  • September 2022
  • Juli 2022
  • Juni 2022
  • April 2022
  • Maret 2022
  • Februari 2022
  • Januari 2022
  • November 2021
  • Oktober 2021
  • September 2021
  • Agustus 2021
  • Juli 2021
  • Juni 2021
  • Mei 2021
  • Maret 2021
  • Desember 2020
  • November 2020
  • Oktober 2020
  • September 2020
  • Agustus 2020
  • Juli 2020
  • Maret 2020
  • Desember 2019
  • November 2019
  • Oktober 2019
  • Mei 2019
  • Desember 2018
  • Juli 2018
  • Juni 2017
  • Maret 2017
  • Februari 2017
  • Januari 2017

Gedung Masjid Ulil Albab Lt.3
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: 0274-898444 Ext. 2405
Whatsapp: +62 815-8881-364
Email: [email protected]

 

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2021.

© Hak Cipta 2024 - Direktorat Pendidikan dan Pembinaan Agama Islam UII | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Konten dimutakhirkan 10 Januari 2025
  • Link to Facebook
  • Link to WhatsApp
  • Link to Instagram
  • Link to Youtube
Link to: Membangun Jiwa Yang Sehat Link to: Membangun Jiwa Yang Sehat Membangun Jiwa Yang Sehat Link to: Sedekah Jumat Berkah Link to: Sedekah Jumat Berkah Sedekah Jumat Berkah
Scroll to top Scroll to top Scroll to top