• Link to Facebook
  • Link to WhatsApp
  • Link to Instagram
  • Link to Youtube
Contact Us: 0274-898444 Ext.2405
Direktorat Pendidikan dan Pembinaan Agama Islam
  • PEMBINAAN
    • Pelatihan Kepemimpinan dan Dakwah (PKD)
    • Pelatihan Pengembangan Diri (PPD)
    • Orientasi Nilai Dasar Islam (ONDI)
    • Pendalaman Nilai Dasar Islam (PNDI)
    • Pelatihan Dakwah Masyarakat (PDM)
  • LAYANAN
    • Informasi Ujian Remidi PNDI
    • FAQ Pembinaan Keagamaan
    • Konsultasi Keislaman
    • Formulir Pengislaman
  • DOWNLOAD
    • Buku-Buku DPPAI
    • Buku Pembinaan Keagamaan
    • Kumpulan Hadis TAFAQUH
    • Buletin Al-Islamiyah
    • Buletin Al-Rasikh
  • PROFIL
    • Tentang Organisasi
    • Struktur Organisasi
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
Artikel Dakwah Tendik

Membangun Jiwa Yang Sehat

Membangun Jiwa Yang Sehat

KASIYONO S.Kom.

[email protected]

 

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

اَلْحَمْدُ للهِ وَكَفٰى ، وَسَلاَمٌ عَلٰى عِبَادِهِ الَّذِيْنَ اصْطَفٰى. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلٰى يَوْمِ الدّيْن

Saudaraku kaum muslimin yang yang di rahmati Allah SWT., diantara sekian banyak unsur yang ada dalam diri manusia, ada satu unsur yang paling penting yaitu jiwa. Jiwa itu bagian terdalam dalam diri manusia. Dari jiwa dimulai segala sesuatu, jika jiwa itu bersih dan suci maka instruksi yang diberikan adalah melakukan hal-hal yang baik dan bermanfaat. Jika jiwa itu kotor maka instruksi yang diberikan adalah hal-hal yang buruk dan membawa malapetaka. Maka dari itu, penting bagi kita untuk “membangun jiwa yang sehat”.  Sebagaimana dalam firman-Nya, Allah SWT. memberi penegasan dalam surah asy-Syams [91]: 9-10

قَدْ أَفْلَحَ مَن زَكَّاهَا، وَقَدْ خَابَ مَن دَسَّاهَا

“Sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwanya dan merugilah orang yang mengotorinya.”

Kalau kita lihat dimasyarakat betapa banyak orang terganggu jiwanya, sehingga mengalami kerusakan pada akalnya. Orang yang terganggu jiwanya biasanya mengalami stres dan depresi berat, bahkan tak jarang yang akhirnya menjadi gila masuk rumah sakit jiwa atau dimasukkan ke pondok-pondok pesantren yang ada pengobatan tentang kejiwaan seperti di pondok pesantren Suryalaya, pondok Tetirah Dzikir di Berbah Sleman Yogyakarta. Ini semua terjadi, karena kotornya jiwa manusia yang salah satunya bisa disebabkan oleh konsumsi obat-obat terlarang (narkoba) maupun salah pergaulan yang bisa mengakibatkan gangguan kejiwaan atau sakit jiwa.

Saudaraku kaum muslimin yang berbahagia, yang di Rahmati Allah SWT. Tentu kita masih ingat betul pencipta lagu “Indonesia Raya”, karena pentingya namanya jiwa sampai-sampai WR. Supratman menciptakan sebuah lagu wajib nasional Indonesia Raya, dimana terdapat kalimat pamungkas, “Bangunlah jiwanya bangunlah badannya”. Lagu Indonesia raya ini senantiasa dinyanyikan oleh seluruh guru dan siswa di seluruh Indonesia pada acara upacara bendera setiap hari Senin. Demikian juga senantiasa dinyanyikan untuk mengawali acara-acara penting dalam satu kegiatan. Hal ini menunjukkan betapa berartinya hidup, bila jiwa terbangun dan terbentuk oleh hal-hal yang positif. Karena jika jiwa rapuh, hancurlah sistem kinerja otak dan organ-organ tubuh lainnya. Sehingga menyebabkan hilangnya keseimbangan tubuh manusia. Sebagaimana hadits Rasulullah SAW., beliau bersabda:

أَلَا إِنَّ فِي الجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الجَسَدُ كُلُّهُ, وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الجَسَدُ كُلُّهُ؛ أَلَا وَهِيَ القَلْبُ

“Ingatlah sesungguhnya di dalam jasad terdapat segumpal daging, apabila segumpal daging itu baik maka baik pula seluruh jasad, namun apabila segumpal daging itu rusak maka rusak pula seluruh jasad. Perhatikanlah, bahwa segumpal daging itu adalah hati.”

Bagaimana mungkin Indonesia bisa maju dan menunjukkan eksistensi kemandiriannya, jika jiwa rakyatnya lemah dan rapuh. Seharusnya setiap kita mengamalkan isi lagu tersebut, tetapi sayang tidak semua menjiwainya hanya sekedar sebagai pemanis yang terucap di bibir saja. Karena jiwa tersebut letaknya sangat dalam, kalau boleh diumpamakan lebih dalam dari dasar lautan samudra, maka mesti ada upaya ekstra untuk menyentuhnya.

Saudaraku kaum muslimin yang berbahagia, yang di Rahmati Allah SWT. Kalau kita kembali kepada ajaran agama Islam, ada beberapa langkah pelajaran untuk menyentuhnya jiwa kita yaitu:

  • Pertama, perbanyaklah berzikir dan memohon ampun kepada Allah.

Allah berfirman dalam surat ar-Ra’ad [13]: 28

ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ ٱللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ ٱللَّهِ تَطْمَئِنُّ ٱلْقُلُوبُ

“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.”

Dengan berzikir jiwa akan tersentuh dengan sendirinya, karena dzikir itu adalah mengingat Allah dengan kalimat suci. Sehingga kesucian dzikir itu akan mensucikan jiwa manusia. Ketika jiwa itu suci, maka jiwa mudah tersentuh dengan nasihat atau masukan dari orang lain terutama nasihat yang baik-baik . Kemudian dzikir itu disempurnakan dengan istighfar (memohon ampun) kepada Allah, agar benar-benar jiwa itu bersih dan suci dari segala kotoran dosa serta juga pikiran-pikiran yang akan membawa ke perbuatan makasiat .

  • Kedua, bacalah Al Quran setiap hari pagi dan petang atau secara rutin terutama sehabis shalat lima waktu

Allah berfirman dalam surat al-Isra’ [17]: 82

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْاٰنِ مَا هُوَ شِفَاۤءٌ وَّرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِيْنَۙ وَلَا يَزِيْدُ الظّٰلِمِيْنَ اِلَّا خَسَارًا

“Dan Kami turunkan dari Al Qur’an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Qur’an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.”

Dengan memperbanyak membaca al-Qur’an maka jiwa itu akan mudah tergetar dan dipenuhi rasa iman, bila selalu disentuh dengan ayat-ayat al-Qur’an. Inilah diantara rahasia besar untuk menentramkan jiwa manusia. Orang-orang yang tidak pernah membaca al-Quran, maka kemungkinan besar jiwanya kotor, sehingga dari hari kehari jiwa bergoncang menjadi gelisah, galau dan tertekan. Oleh karena itu mari kita selalu menentramkan jiwa kita dengan ayat-ayat Aal-Qur’an, agar jiwa kita lapang, damai dan tentram.

  • Ketiga, banyaklah mendengar tausiyah dari guru-guru/ustadz yang berpemahaman lurus

Zaman sekarang ini zaman canggih, kalau kita tidak sempat datang ke pengajian, maka bukalah youtube ikuti tausiyah ulama-ulama kondang seperti ustadz KH. Zainudin MZ, Ustadz H. Abdul Somad, Lc, MA., Dr. KH. Tengku Zulkarnain, KH. M. Arifin Ilham, KH. Abdullah Gymnastiar, TGB. Dr. KH. M. Zainul Majdi, MA dan lain-lain yang tentu saja betul-betul bisa dipercaya keimanannya. Dari mereka kita akan mendapatkan banyak pelajaran yang mencerahkan jiwa kita.

  • Keempat, banyaklah melihat orang-orang yang dalam kekurangan tapi tetap semangat, tabah dan sabar menjalani hidup

Lihatlah ada orang miskin, terus gigih berjuang akhirnya menjadi sarjana dan sukses berkiprah dalam pentas nasional. Ada orang cacat tidak punya kaki, tidak punya tangan bisa hidup mandiri tanpa tergantung dengan bantuan makan orang lain bahkan kita bisa bisa melihat di media-media baik media cetak maupun elektronik mereka menjadi juara pada olimpiade tingkat dunia. Ada orang lumpuh dan buta tapi mampu menghafal al-Qur’an. Dan masih banyak lagi contohnya.

Dengan melihat prestasi mereka walaupun dalam kondisi serba kekurangan (cacat), ini bisa membuat hati dan jiwa kita tersentuh dan termotivasi untuk menjadi orang-orang yang sukses dan berprestasi. Kalau mereka saja bias, mengapa kita tidak bisa? Justru kita mestinya malu dengan mereka.

Saudaraku kaum muslimin yang berbahagia, yang di Rahmati Allah SWT. Demikian materi dakwah yang bisa saya sampaikan, semoga materi ini bisa menjadi tambahan ilmu, menambah keiman dan bermanfaat untuk kita semua.

Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

Kasiyono

Maraji’:

[1] Matan Hadits Arba’in nomor 6 tentang Menjauhi Perkara-perkara Syubhat

31/07/2021
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://dppai.uii.ac.id/wp-content/uploads/2022/07/DPPAI-2022.png 0 0 Ridho Frihastama https://dppai.uii.ac.id/wp-content/uploads/2022/07/DPPAI-2022.png Ridho Frihastama2021-07-31 11:30:312021-07-31 23:12:57Membangun Jiwa Yang Sehat

Pages

  • Beranda Utama
  • Buku Eksistensi Pemuda Muslim Digital
  • Buku Pembinaan Keagamaan
  • Buku-Buku DPPAI
  • Buletin Al-Rasikh
  • Buletin Al-Rasikh 2022
  • Buletin Al-Rasikh 2023
  • Daftar Ulang
  • Dakwah Dosen Tendik UII
  • Formulir Pengislaman
  • GALERI
  • Informasi Ujian Remidi PNDI
  • Kata Pengantar
  • Kententuan Penulisan Al-Rasikh
  • Konsultasi Keislaman
  • Konsultasi Keislaman Baru
  • Kumpulan Hadis TAFAQUH
  • Kumpulan Laman
  • Lembaga Dakwah
  • Lingkup Kegiatan
  • Orientasi Nilai Dasar Islam (ONDI)
  • Pelatihan Dakwah Masyarakat (PDM)
  • Pelatihan Kepemimpinan dan Dakwah (PKD)
  • Pelatihan Kepemimpinan dan Dakwah (PKD) – Lama
  • Pelatihan Pengembangan Diri (PPD)
  • PEMBINAAN
  • Pendalaman Nilai Dasar Islam (PNDI)
  • Pendalaman Nilai Dasar Islam (PNDI) (copy)
  • Ruang Berita DPPAI
  • Struktur Organisasi
  • TAFAQUH
  • Tentang Organisasi
  • Tulisan Al-Islamiyah
  • Visi Misi & Strategi

Categories

  • Akhlaq
  • Al-Islamiyah
  • Aqidah
  • Artikel Dakwah Tendik
  • Berita
  • Berita Universitas
  • BTAQ dan PI
  • Buletin Al-Rasikh
  • Data Peserta
  • Fiqh
  • Hasil Ujian
  • Ibadah
  • Kegiatan
  • Lainnya
  • ONDI
  • Pengumuman
  • Pesantrenisasi
  • Pesantrenisasi I
  • Pilihan
  • Uncategorized

Archive

  • Maret 2024
  • Desember 2023
  • November 2023
  • Juli 2023
  • Maret 2023
  • Februari 2023
  • November 2022
  • Oktober 2022
  • September 2022
  • Juli 2022
  • Juni 2022
  • April 2022
  • Maret 2022
  • Februari 2022
  • Januari 2022
  • November 2021
  • Oktober 2021
  • September 2021
  • Agustus 2021
  • Juli 2021
  • Juni 2021
  • Mei 2021
  • Maret 2021
  • Desember 2020
  • November 2020
  • Oktober 2020
  • September 2020
  • Agustus 2020
  • Juli 2020
  • Maret 2020
  • Desember 2019
  • November 2019
  • Oktober 2019
  • Mei 2019
  • Desember 2018
  • Juli 2018
  • Juni 2017
  • Maret 2017
  • Februari 2017
  • Januari 2017

Gedung Masjid Ulil Albab Lt.3
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: 0274-898444 Ext. 2405
Whatsapp: +62 815-8881-364
Email: [email protected]

 

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2021.

© Hak Cipta 2024 - Direktorat Pendidikan dan Pembinaan Agama Islam UII | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Konten dimutakhirkan 10 Januari 2025
  • Link to Facebook
  • Link to WhatsApp
  • Link to Instagram
  • Link to Youtube
Link to: Bekerja Di Masa Pandemi Covid-19 Bukan Sebagai Pilihan Link to: Bekerja Di Masa Pandemi Covid-19 Bukan Sebagai Pilihan Bekerja Di Masa Pandemi Covid-19 Bukan Sebagai Pilihan Link to: Bimbingan Orang Tua Menjadi Kunci  Dalam Tumbuh Kembang Buah Hati Link to: Bimbingan Orang Tua Menjadi Kunci  Dalam Tumbuh Kembang Buah Hati Bimbingan Orang Tua Menjadi Kunci  Dalam Tumbuh Kembang Buah Hati
Scroll to top Scroll to top Scroll to top