• Link to Facebook
  • Link to WhatsApp
  • Link to Instagram
  • Link to Youtube
Contact Us: 0274-898444 Ext.2405
Direktorat Pendidikan dan Pembinaan Agama Islam
  • PEMBINAAN
    • Pelatihan Kepemimpinan dan Dakwah (PKD)
    • Pelatihan Pengembangan Diri (PPD)
    • Orientasi Nilai Dasar Islam (ONDI)
    • Pendalaman Nilai Dasar Islam (PNDI)
    • Pelatihan Dakwah Masyarakat (PDM)
  • LAYANAN
    • Informasi Ujian Remidi PNDI
    • FAQ Pembinaan Keagamaan
    • Konsultasi Keislaman
    • Formulir Pengislaman
  • DOWNLOAD
    • Buku-Buku DPPAI
    • Buku Pembinaan Keagamaan
    • Kumpulan Hadis TAFAQUH
    • Buletin Al-Islamiyah
    • Buletin Al-Rasikh
  • PROFIL
    • Tentang Organisasi
    • Struktur Organisasi
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
Artikel Dakwah Tendik

Mengambil Hikmah Kisah Urwah Bin Zubair Dalam Menghadapi Takdir Allah

Mengambil Hikmah Kisah Urwah Bin Zubair

Dalam Menghadapi Takdir Allah

Pangesti Rahman

[email protected]ﷻ

Telah hampir setahun terakhir kita akrab dengan istilah Corona Virus Disease – COVID 19. Sering kali kita bertanya, yang mungkin hanya bisa dijawab oleh rumput yang bergoyang seperti syair lagu Ebiet G Ade. Ya Allah, kapankah ujian ini berakhir? Kapan kita bisa berkumpul tanpa prasangka akan tertular atau menularkan virus? Bunda, kapan aku boleh sekolah lagi? tanya seorang anak yang sudah mulai letih belajar di rumah.

Lantas benarkah pendapat bahwa Allahﷻ sedang marah kepada kita dengan mengirimkan bala tentaranya dalam bentuk virus yang datang secara tiba-tiba dan memporak porandakan semua rencana manusia, apakah benar karena kesombongan, keangkuhan, atau karena pengabaian kita terhadap ayat-ayat kauniyah, telah menyebabkan alam marah terhadap kita?

Belajar dari Kisah Ujian Kesabaran Urwah bin Zubair

Dalam menerima ujian, tentu kita tidak akan mampu sekuat dan sesabar kaum alim ulama yang menunjukkan ketaqwaaannya kepada Rabb-nya dengan cara yang luar biasa. Dikisahkan pula tentang kisah kesalehan Urwah Bin Zubair, ulama yang sangat alim. Beliau adalah salah satu dari Tujuh Fuqaha Madinah, yaitu sebutan untuk sekelompok ahli fiqih dari generasi tabi’in yang merupakan para tokoh utama ilmu fiqih di kota Madinah setelah wafatnya generasi sahabat yang hidup sezaman dengan Nabi Muhammad.[1]

Ibnu Khillikan menyebut beliau sebagai orang yang alim, saleh sekaligus memberi contoh manusia yang sabar dan tabah dalam menghadapi takdir Allahﷻ. Dikisahkan saat hendak pergi menemui Walid bin Abdul Malik, beliau mendapati musibah pertama yang menimpanya, anak kesayangannya meninggal dunia karena terinjak binatang ternak dan  meninggal dunia seketika. Dalam keadaan demikian, beliau tetap melanjutkan perjalanannya dengan tetap memuji kebesaran Allahﷻ, tidak ada perasaan kecewa terhadap takdir yang Allah berikan tersebut. Beliau bahkan memuji dengan kata yang menyejukkan hati dengan tetap yakin bahwa jika Allah memberikan ujian, pasti memberikan maaf, demikian juga ketika Allah mengambil sesuatu darinya, pasti akan memberi pengganti yang lebih baik.

Setelah kejadian tersebut, beliau mendapat ujian lagi. Kakinya tertimpa penyakit kudis yang sangat parah. Dokter-dokter pada waktu itu sudah angkat tangan karena penyakitnya sudah kronis, hingga kemudian diambillah keputusan untuk mengamputasi kaki Urwah Bin Zubair. Eksekusi dilakukan dengan mendatangkan para jagal. Saat itu belum ada ilmu anestesi seperti kemajuan dunia kedokteran saat ini, sehingga beliau disarankan untuk minum khamr (minuman keras) agar tidak merasa sakit saat diamputasi, beliau menjawab, “Aku tidak akan memanfaatkan sesuatu yang diharamkan oleh Allah hanya karena ingin sembuh.” Selain itu, beliau juga menolak untuk meminum obat tidur dan bersikeras untuk tegar menahan rasa sakitnya. Di sela-sela proses pemotongan kakinya tersebut, beliau tidak henti-hentinya mengucapkan kalimat tahlil dan takbir. Dalam cerita lain, dikisahkan tentang momen pemotongan itu dilakukan sewaktu Urwah sedang shalat sesuai dengan permintaannya. Setelah pemotongan kaki selesai dilakukan, beliau mengatakan:“Demi Allah selama 40 tahun saya belum pernah melangkahkan kaki ke tempat haram dan saya bersyukur bisa mengembalikan kakiku kepada Rabbku dalam keadaan suci.

Sikap Urwah ini menunjukkan betapa tingginya kesabaran beliau dalam menerima takdir Allahﷻ. Mendapat musibah bertubi-tubi, tidak membuatnya lantas mengeluh tetapi malah memuji kebesaran Tuhannya. Ia merasa bahwa ujian yang datang menimpanya, tidak sebanding dengan nikmat Allah yang begitu banyak. Orang yang menyatakan keimanannya kepada Allah dengan bersungguh-sungguh, menyikapi sakit dengan hati yang tenang dan ikhlas, karena tahu inilah kesempatan Allah menguggurkan dosa-dosa dan kesalahannya. Mereka tahu inilah kesempatan untuk berdoa dan berdzikir serta berhusnudzon kepada Allahﷻ, karena semua atas izin-Nya dan semua akan kembali kepadaNya.

Harapan dan Optimisme di Tengah Permasalahan

Dengan mengambil I’tibar dari kisah Urwan bin Zubair ini, hendaknya kita menyikapi ujian pandemi COVID-19 ini dengan tidak berputus asa terhadap ujian yang diberikan Allahﷻ, karena sejatinya keputusasaan acapkali membuat manusia menjadi ragu-ragu dan membuat hidup kita seakan tanpa ruh, tanpa jiwa dan parahnya lagi, keputusasaan mampu menghilangkan semangat hidup untuk meraih keberkahan Allahﷻ. Perlu selalu kita tanamkan dalam jiwa kita bahwa hidup kita ini sangat bergantung pada Allahﷻ sang Maha Pencipta

“Hanya Engkaulah yang kami sembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan.” (QS. Al-Fatihah [1]:5)

Namun memang tabiat manusia yang seringkali hanya berdoa di saat butuh dan akan melenggang dengan bangganya disaat hajatnya terpenuhi, tak pernah merasa mau bergantung sepenuhnya kepada Sang Khalik dan kerap hanya menumbuhkan kesombongan pada diri manusia.

“Dan apabila kami memberikan nikmat kepada manusia, ia berpaling dan menjauhkan diri…” (QS. Fushsilat [41]:51)

“Manusia itu tiada jemu memohon kebaikan, dan jika mereka ditimpa malapetaka, maka ia menjadi putus asa lagi putus harapan.” (QS. Fushsilat [41]:49)

Agama Islam adalah agama yang paling sempurna, Agama Islam sangat menganjurkan umatnya untuk melakukan hal-hal yang terpuji. Kita memiliki role model yang selalu dapat dijadikan teladan atau uswatun hasanah bagi seluruh umatnya. Salah satu akhlakul karimah yang diajarkan oleh nabi Muhammad SAW adalah sifat raja’ yang berarti harapan atau optimisme, yang dalam arti luas dapat diartikan bahwa Allah akan senantiasa memberikan harapan. Oleh karenanya, sebagai muslim yang taat pada Allah, kita seyogyanya tidak boleh merasa kehilangan harapan, baik itu harapan akan pengampunan dosa, harapan mendapatkan kualitashidup yang baik, harapan untuk keluar dari himpitan kesulitan hidup maupun harapan untuk mendapatkan jawaban dari setiap permasalahan.

Kita harus senantiasa menumbuhkan harapan dan optimisme dengan tidak berperasangka buruk kepada Allahﷻ, meyakinkan diri bahwa setiap ujian yang diberikan oleh Allah semata-mata untuk kebaikan kita, tanamkan pada hati kita, bahwa Allahﷻ selalu bersedia membantu kita menyelesaikan permasalahan kehidupan yang kita hadapi. Dengan menumbuhkan harapan ini, tidak ada istilah putus asa ketika menghadapi problematika kehidupan yang memang selalu mengintai kehidupan kita, bahkan problematika yang hadir karena multiplier effect yang ditimbulkan oleh virus corona sekalipun. Dengan meyakini Allahﷻ senantiasa hadir dan membantu kita, maka akan memunculkan ketenangan hati dan kedamaian pikiran. Terlebih jika kita menempatkan posisi Tuhan sebagai prioritas utama di hati kita dengan menyadari bahwa kuasanya tak terbatas dan cinta kasihnya kepada hambanya tiada bertepi, Ia selalu hadir memberikan jalan keluar disetiap kesulitan dan himpitan kehidupan bahkan kesulitan itu datang dari buah keburukan kita sekalipun.

Dengan melihat bahwa ada kebaikan disetiap kesulitan, kita akan selalu berbaik sangka kepada Allah. sebagaimana firman Allahﷻ dalam hadis qudsi, kasih sayang-Ku lebih luas dari murka-Ku, dan dalam hadis lain disebutkan, Allahﷻ berfirman, Aku tergantung prasangka hamba-ku kepada-Ku. Apabila ia berprasangka baik, maka baik akibatnya, namun apabila ia berprasangka buruk, keburukan akan menimpa dirinya.

Setiap kejadian betapapun pahitnya akan selalu menyisakan hikmah yang besar, hal ini yang selalu diajarkan oleh Allah melalui kalamnya Yang Mulia, dengan maksud supaya manusia tidak berputus asa dengan segala sesuatu yang hilang dan tidak berbangga diri ketika berpunya.

“Supaya kamu jangan berputus asa atas sesuatu yang hilang dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang telah diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (Al Hadid:23)

Selain itu dalam firman Allahﷻ yang lain disebutkan bahwa, tidak ada satu musibah pun yang menimpa bumi dan manusia tanpa sepengetahuan Allahﷻ. Dan bagi-Nya hal tersebut sangat mudah terjadi

“Tiada musibah yang menimpa bumi dan tidak pula menimpa dirimu melainkan tertulis dalam kitab sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu di sisi Allah sangat mudah.” (Al Hadid:22)

Dengan selalu berbaik sangka pada Allahﷻ kita akan selalu meyakini bahwa di saat senang Allahﷻ selalu menyertai dan dikala himpitan kehidupan hadir manyapa, Allahﷻ pun tidak beranjak dari sisi kita. Kasih sayang-Nya selalu ada bersama hambanya yang beriman. Dengan keyakinan ini, kita akan selalu mampu bangkit dari keterpurukan dan tersenyum meski kabut duka menyelimuti, tetap tegar kala kepayahan dan kembali berdiri dan berjuang kala jatuh dan tersungkur. Dengan demikian apa lagi alasan kita untuk bersedih dengan hadirnya problematika kehidupan? Untuk apa menangisi dan meratapi kesulitan? Untuk apa berlama-lama berduka? Dan untuk apa kita berputus asa terhadap rahmatNya?.

Atasi kesulitan dengan keikhlasan dan kesabaran, serta senantiasa berharap hanya kepada Allahﷻ, Biizdnillahdengan keyakinan hati, semoga ujian pandemi ini akan segera berlalu dan kita bisa kembali bertemu untuk berjabat erat, menyatukan yang terceraiberai, dan menampilkan senyum terbaik dari wajah kita yang selama ini tertutup rapat dalam balutan masker yang terkadang menyesakkan. Segera bangkit dan bergegas memperbanyak amalan kebaikan sebelum diakhirkan dalam keadaan husnul khotimah.

Kita tidak boleh berputus harapan dan berkeluh kesah berkepanjangan, agar kelak saat kita berjumpa dengan sang Maha Cinta, kita dapat berjalan tegak dan tanpa tertunduk malu. Wallahu a’lam bisawab.

 

Sumber dan Referensi

  1. Stephanie Nebehay, Emma Farge, Coronavirus emergency is ‘Public Enemy Number 1’: WHO, (Reuters, 2020)
  2. Komite penanganan covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional, Buku Saku #Infovaksin, (Jakarta:KPCPEN, 2020) hal.3.
  3. Ust Yusuf Mansur, Kun Fayakun: Selalu Ada Harapan di Tengah Kesulitan (Jakarta:LiniZikrul Hakim, 2010), hal. 7.
  4. Kisah Urwah Bin Zubair dalam pada portal online Hidayatullah.com https://www.hidayatullah.com/kajian/oase-iman/read/2019/12/31/175657/kesabaran-urwah-bin-zubair-menerima-takdir-allah.html
  5. Apa itu kekebalan kelompok, https://www.who.int/indonesia/news/novel-coronavirus/qa/qa-lockdown-and-herd-immunity
  6. Ayat Kauniyah Itu Bernama Covid-19, Webinar Nasional Tadarrus Pendidikan, Mengeja Pendidikan Kemarin, Hari ini dan Esok, yang dilaksanakan oleh Universitas Muhammadiyah Enrekang, tanggal 2 Mei 2020.

[1]https://id.wikipedia.org/wiki/Urwah_bin_az-Zubair

31/07/2021
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://dppai.uii.ac.id/wp-content/uploads/2022/07/DPPAI-2022.png 0 0 Ridho Frihastama https://dppai.uii.ac.id/wp-content/uploads/2022/07/DPPAI-2022.png Ridho Frihastama2021-07-31 10:00:552021-07-31 22:48:55Mengambil Hikmah Kisah Urwah Bin Zubair Dalam Menghadapi Takdir Allah

Pages

  • Beranda Utama
  • Buku Eksistensi Pemuda Muslim Digital
  • Buku Pembinaan Keagamaan
  • Buku-Buku DPPAI
  • Buletin Al-Rasikh
  • Buletin Al-Rasikh 2022
  • Buletin Al-Rasikh 2023
  • Daftar Ulang
  • Dakwah Dosen Tendik UII
  • Formulir Pengislaman
  • GALERI
  • Informasi Ujian Remidi PNDI
  • Kata Pengantar
  • Kententuan Penulisan Al-Rasikh
  • Konsultasi Keislaman
  • Konsultasi Keislaman Baru
  • Kumpulan Hadis TAFAQUH
  • Kumpulan Laman
  • Lembaga Dakwah
  • Lingkup Kegiatan
  • Orientasi Nilai Dasar Islam (ONDI)
  • Pelatihan Dakwah Masyarakat (PDM)
  • Pelatihan Kepemimpinan dan Dakwah (PKD)
  • Pelatihan Kepemimpinan dan Dakwah (PKD) – Lama
  • Pelatihan Pengembangan Diri (PPD)
  • PEMBINAAN
  • Pendalaman Nilai Dasar Islam (PNDI)
  • Pendalaman Nilai Dasar Islam (PNDI) (copy)
  • Ruang Berita DPPAI
  • Struktur Organisasi
  • TAFAQUH
  • Tentang Organisasi
  • Tulisan Al-Islamiyah
  • Visi Misi & Strategi

Categories

  • Akhlaq
  • Al-Islamiyah
  • Aqidah
  • Artikel Dakwah Tendik
  • Berita
  • Berita Universitas
  • BTAQ dan PI
  • Buletin Al-Rasikh
  • Data Peserta
  • Fiqh
  • Hasil Ujian
  • Ibadah
  • Kegiatan
  • Lainnya
  • ONDI
  • Pengumuman
  • Pesantrenisasi
  • Pesantrenisasi I
  • Pilihan
  • Uncategorized

Archive

  • Maret 2024
  • Desember 2023
  • November 2023
  • Juli 2023
  • Maret 2023
  • Februari 2023
  • November 2022
  • Oktober 2022
  • September 2022
  • Juli 2022
  • Juni 2022
  • April 2022
  • Maret 2022
  • Februari 2022
  • Januari 2022
  • November 2021
  • Oktober 2021
  • September 2021
  • Agustus 2021
  • Juli 2021
  • Juni 2021
  • Mei 2021
  • Maret 2021
  • Desember 2020
  • November 2020
  • Oktober 2020
  • September 2020
  • Agustus 2020
  • Juli 2020
  • Maret 2020
  • Desember 2019
  • November 2019
  • Oktober 2019
  • Mei 2019
  • Desember 2018
  • Juli 2018
  • Juni 2017
  • Maret 2017
  • Februari 2017
  • Januari 2017

Gedung Masjid Ulil Albab Lt.3
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: 0274-898444 Ext. 2405
Whatsapp: +62 815-8881-364
Email: [email protected]

 

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2021.

© Hak Cipta 2024 - Direktorat Pendidikan dan Pembinaan Agama Islam UII | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Konten dimutakhirkan 10 Januari 2025
  • Link to Facebook
  • Link to WhatsApp
  • Link to Instagram
  • Link to Youtube
Link to: Panitia Kegiatan Idul Adha 1442 H Di Tengah Pandemi Covid-19 Link to: Panitia Kegiatan Idul Adha 1442 H Di Tengah Pandemi Covid-19 Panitia Kegiatan Idul Adha 1442 H Di Tengah Pandemi Covid-19 Link to: 5  Amalan Yang dapat mendatangkan pertolongan dari Allah Link to: 5  Amalan Yang dapat mendatangkan pertolongan dari Allah 5  Amalan Yang dapat mendatangkan pertolongan dari Allah
Scroll to top Scroll to top Scroll to top