• Link to Facebook
  • Link to WhatsApp
  • Link to Instagram
  • Link to Youtube
Contact Us: 0274-898444 Ext.2405
Direktorat Pendidikan dan Pembinaan Agama Islam
  • PEMBINAAN
    • Pelatihan Kepemimpinan dan Dakwah (PKD)
    • Pelatihan Pengembangan Diri (PPD)
    • Orientasi Nilai Dasar Islam (ONDI)
    • Pendalaman Nilai Dasar Islam (PNDI)
    • Pelatihan Dakwah Masyarakat (PDM)
  • LAYANAN
    • Informasi Ujian Remidi PNDI
    • FAQ Pembinaan Keagamaan
    • Konsultasi Keislaman
    • Formulir Pengislaman
  • DOWNLOAD
    • Buku-Buku DPPAI
    • Buku Pembinaan Keagamaan
    • Kumpulan Hadis TAFAQUH
    • Buletin Al-Islamiyah
    • Buletin Al-Rasikh
  • PROFIL
    • Tentang Organisasi
    • Struktur Organisasi
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
Berita, Kegiatan

Islam Memperhatikan Ketahanan Pangan

Direktorat Pendidikan & Pembinaan Agama Islam (DPPAI) UII menggelar Webinar Nasional Keislaman bertema “Islam dan Ketahanan Pangan” pada Selasa (19/04). Seminar yang digelar via Zoom itu menghadirkan Dr. Hermanto, S.E., M.M., Anggota DPR RI Komisi IV, Prof. Dr. Ir. Yusman Syaukat, M.Ec. Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB), dan Dr. H. Nur Kholis, S.Ag, S.E.I., M.Sh.Ec. Wakil Dekan Bidang Sumber Daya FIAI UII.

Rektor UII, Prof. Fathul Wahid, S.T., M.Sc., Ph.D. dalam sambutannya mengatakan, “Menyediakan pangan yang cukup diakses oleh 270 juta lebih dan merata se-Indonesia, terjangkau serta bisa dinikmati oleh seluruh warga itu adalah suatu tantangan. Di sini sebetulnya peran negara, yang mana tugas besarnya adalah menjamin kesejahteraan rakyatnya, menjadikan pangan selalu tersedia, terdistribusi,” ungkapnya.

Sementara dari kacamata keislaman, ia berpendapat kebutuhan pangan merupakan kewajiban yang harus ditunaikan oleh seluruh umat muslim sebab menjadi sarana mendekatkan diri dan meningkatkan keimanan kepada Allah.

“Kebutuhan pangan juga perintah agama, terkait hifz an nafs (menjaga jiwa) atau bahkan menjaga hifz ad din (menjaga agama), karena orang yang tidak bisa mengakses pangan biasanya orang miskin, dan kemiskinan, kefakiran itu cenderung kepada kekufuran. Sehingga ketahanan pangan ini sebetulnya juga masalah yang holistik,” ucapnya.

Ia juga menyinggung persoalan rendahnya minat generasi muda untuk bergelut di sektor pertanian. “SDM kita saat ini jumlahnya kurang lebih 33,4 juta petani, sedangkan tahun sebelumnya ini berkisar 33,58. Setiap tahunnya jumlah petani itu menurun, dan yang biasa turun ke sawah itu biasanya yang sudah tua. Kemudian kaum muda yang turun ke pertanian persentasenya hanya 8%,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa menurunnya persentase para petani juga dipengaruhi berkurangnya lahan pertanian setiap tahunnya. Hal ini disebabkan bertambahnya kawasan industri, pembangunan gedung baru, dan infrastruktur yang menggerus lahan pertanian.

“Walaupun saat ini sudah sangat gencar gencarnya pemerintah melakukan mekanisasi teknologi pertanian, tetapi untuk mengoperasikan teknologi pertanian yang efektif, kita kekurangan petani milenial yang terdidik. Kalau kita mencermati petani tua, mereka kurang responsif terhadap kemajuan teknologi,” imbuhnya.

Di sisi lain, pembicara Prof. Yusman Syaukat turut berkomentar mengenai persoalan impor bahan pangan. Ia menyatakan bahwa prinsip ketahanan pangan dengan cara mengimpor pangan yang digunakan oleh pemerintah dirasa kurang bijak.

“Bagaimana cara kita mendapatkan bahan pangan itu, ya dari produksi atau impor, nah ini karena ada istilah impor bahwa pemenuhan pangan itu bisa diproduksi dalam negeri dan bisa impor, maka gampangnya kita impor saja daripada capek memproduksi di dalam negeri, itu prinsip yang ternyata dipakai oleh pejabat kita. Itulah mengapa pejabat menggampangkan impor,” tambahnya.

Ia juga mensinyalir untuk tidak mengabaikan pentingnya peranan kualitas air bagi masyarakat. Sebab kualitas air yang baik berguna untuk menyeimbangkan stabitas ketahanan tubuh dan gizi pada manusia. “Kalau airnya tidak bersih sanitasinya tidak bagus, maka kita akan sakit-sakitan terus. Kami juga ada penelitian bahwa masyarakat itu susah mendapatkan bahan pangan, karena pendapatannya turun, pangannya juga tidak tersedia dan sebagainya,” tukasnya.

Ketahanan Pangan dalam Perspektif Keislaman

Saat memaparkan materi, Dr. Nur Kholis menyatakan bahwa ada banyak strategi inovatif yang dapat memberikan dampak yang kuat kepada masyarakat jika ditinjau dari segi keislaman. Semisal dengan diadakannya program gerakan khutbah jum’at yang membahas mengenai ketahanan pangan.

“Saat khutbah kita bisa menyampaikan tentang ketahanan pangan ataupun bagaimana hidup secara hemat. Akan tetapi hal semacam ini perlu ada kolaborasi. Mungkin Kementerian Agama bisa melakukan hal itu, bukan hanya membuat buku-buku khutbah, tetapi bagaimana mencanangkan berbagai gerakan sosial,”ujarnya.

Ia juga menyarankan kepada pemerintah untuk menegaskan pentingnya menjaga ketersediaan bahan pangan. Hal ini dapat dilakukan dengan memberi sanksi ringan kepada masyarakat yang tidak menghargai makanan. “Bahkan kalau perlu diadakan sanksi sosial kalau ada orang yang tidak baik dalam memperlakukan makanan,” pungkasnya. (AMG/ESP)

Source : https://www.uii.ac.id/islam-memperhatikan-ketahanan-pangan/

20/04/2022
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://dppai.uii.ac.id/wp-content/uploads/2022/05/Islam-Memperhatikan-Ketahanan-Pangan.jpg 450 798 Ridho Frihastama https://dppai.uii.ac.id/wp-content/uploads/2022/07/DPPAI-2022.png Ridho Frihastama2022-04-20 08:00:502022-05-13 15:35:10Islam Memperhatikan Ketahanan Pangan

Pages

  • Beranda Utama
  • Buku Eksistensi Pemuda Muslim Digital
  • Buku Pembinaan Keagamaan
  • Buku-Buku DPPAI
  • Buletin Al-Rasikh
  • Buletin Al-Rasikh 2022
  • Buletin Al-Rasikh 2023
  • Daftar Ulang
  • Dakwah Dosen Tendik UII
  • Formulir Pengislaman
  • GALERI
  • Informasi Ujian Remidi PNDI
  • Kata Pengantar
  • Kententuan Penulisan Al-Rasikh
  • Konsultasi Keislaman
  • Konsultasi Keislaman Baru
  • Kumpulan Hadis TAFAQUH
  • Kumpulan Laman
  • Lembaga Dakwah
  • Lingkup Kegiatan
  • Orientasi Nilai Dasar Islam (ONDI)
  • Pelatihan Dakwah Masyarakat (PDM)
  • Pelatihan Kepemimpinan dan Dakwah (PKD)
  • Pelatihan Kepemimpinan dan Dakwah (PKD) – Lama
  • Pelatihan Pengembangan Diri (PPD)
  • PEMBINAAN
  • Pendalaman Nilai Dasar Islam (PNDI)
  • Pendalaman Nilai Dasar Islam (PNDI) (copy)
  • Ruang Berita DPPAI
  • Struktur Organisasi
  • TAFAQUH
  • Tentang Organisasi
  • Tulisan Al-Islamiyah
  • Visi Misi & Strategi

Categories

  • Akhlaq
  • Al-Islamiyah
  • Aqidah
  • Artikel Dakwah Tendik
  • Berita
  • Berita Universitas
  • BTAQ dan PI
  • Buletin Al-Rasikh
  • Data Peserta
  • Fiqh
  • Hasil Ujian
  • Ibadah
  • Kegiatan
  • Lainnya
  • ONDI
  • Pengumuman
  • Pesantrenisasi
  • Pesantrenisasi I
  • Pilihan
  • Uncategorized

Archive

  • Maret 2024
  • Desember 2023
  • November 2023
  • Juli 2023
  • Maret 2023
  • Februari 2023
  • November 2022
  • Oktober 2022
  • September 2022
  • Juli 2022
  • Juni 2022
  • April 2022
  • Maret 2022
  • Februari 2022
  • Januari 2022
  • November 2021
  • Oktober 2021
  • September 2021
  • Agustus 2021
  • Juli 2021
  • Juni 2021
  • Mei 2021
  • Maret 2021
  • Desember 2020
  • November 2020
  • Oktober 2020
  • September 2020
  • Agustus 2020
  • Juli 2020
  • Maret 2020
  • Desember 2019
  • November 2019
  • Oktober 2019
  • Mei 2019
  • Desember 2018
  • Juli 2018
  • Juni 2017
  • Maret 2017
  • Februari 2017
  • Januari 2017

Gedung Masjid Ulil Albab Lt.3
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: 0274-898444 Ext. 2405
Whatsapp: +62 815-8881-364
Email: [email protected]

 

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2021.

© Hak Cipta 2024 - Direktorat Pendidikan dan Pembinaan Agama Islam UII | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Konten dimutakhirkan 10 Januari 2025
  • Link to Facebook
  • Link to WhatsApp
  • Link to Instagram
  • Link to Youtube
Link to: Ramadan, Momen Tepat Mengembalikan Keseimbangan Hidup Link to: Ramadan, Momen Tepat Mengembalikan Keseimbangan Hidup Ramadan, Momen Tepat Mengembalikan Keseimbangan Hidup Link to: Menyelami Makna Hakikat Doa dalam Islam Link to: Menyelami Makna Hakikat Doa dalam Islam Menyelami Makna Hakikat Doa dalam Islam
Scroll to top Scroll to top Scroll to top