• Link to Facebook
  • Link to WhatsApp
  • Link to Instagram
  • Link to Youtube
Contact Us: 0274-898444 Ext.2405
Direktorat Pendidikan dan Pembinaan Agama Islam
  • PEMBINAAN
    • Pelatihan Kepemimpinan dan Dakwah (PKD)
    • Pelatihan Pengembangan Diri (PPD)
    • Orientasi Nilai Dasar Islam (ONDI)
    • Pendalaman Nilai Dasar Islam (PNDI)
    • Pelatihan Dakwah Masyarakat (PDM)
  • LAYANAN
    • Informasi Ujian Remidi PNDI
    • FAQ Pembinaan Keagamaan
    • Konsultasi Keislaman
    • Formulir Pengislaman
  • DOWNLOAD
    • Buku-Buku DPPAI
    • Buku Pembinaan Keagamaan
    • Kumpulan Hadis TAFAQUH
    • Buletin Al-Islamiyah
    • Buletin Al-Rasikh
  • PROFIL
    • Tentang Organisasi
    • Struktur Organisasi
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu

Diskusi Civitas Akademika “Peran Pemuda Intelektual Muslim dalam Membangun Negeri”

Gubernur Jawa Barat, Dr. (H.C). Mochamad Ridwan Kamil, S.T., M.U.D. menjadi pembicara dalam Diskusi Civitas Akademika bertemakan “Peran Pemuda Intelektual Muslim Membangun Negeri yang Berprestasi” di Masjid Ulil Albab Universitas Islam Indonesia (UII), Selasa (5/4) sore.

Dihadiri ratusan civitas akademika dan masyarakat umum, jalannya diskusi dipandu oleh Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi UII, Dr. Herman Felani Tandjung, S.S., M.A. dan diawali dengan penyampaian pengantar diskusi oleh Rektor UII Prof. Fathul Wahid, S.T., M.Sc., Ph.D. Dalam pengantarnya, Prof. Fathul Wahid menceritakan tentang kisah Ali bin Abi Thalib sebagai pemuda intelektual yang luar biasa.

Saat itu Ali bin Abi Thalib yang masih berusia 10 Tahun telah berjuang untuk Islam dengan mengikuti setiap perang Rasulullah. “Ali adalah intelektual muda saat itu yang luar biasa karena keluasan perspektif yang dipunya,” tutur Prof. Fathul Wahid.

Dikemukakan Prof. Fathul Wahid, di Indonesia sendiri peran pemuda sangat terlihat pada era kemerdekaan, yaitu dengan terjadinya revolusi pemuda. Salah satu contohnya juga dapat dilihat dari Rektor pertama UII, Abdul Kahar Muzakkir yang menjadi Rektor di usia 38 Tahun.

“Jadi banyak warisan para pemuda yang luar biasa, dan hari ini kita kedatangan Kang Emil, insyaAllah akan menginspirasi kita semua bagaimana pemuda tetap bisa memainkan peranan penting untuk membangun bangsa kita, yang mudah-mudahan semakin sejahtera, semakin adil dan semakin bermartabat,” paparnya.

Memasuki acara inti, Mochamad Ridwan Kamil menyampaikan pesan mengenai skenario Allah yang tidak dapat diimajinasikan. “Jadi point nya adalah ikuti skenario Allah dengan sebaik-baiknya,” pesannya.

Pria yang juga akrab disapa Kang Emil ini menuturkan, meskipun berulang kali dihadapi oleh berbagai ujian dan masalah hidup, tetaplah berfikir positif bahwa skenario Allah adalah yang terbaik. Selain itu penting untuk mengubah pola pikir agar lebih mudah menerima setiap takdir Allah. Ia menegaskan, agar menjadikan tragedi dalam hidup ini sebagai motivasi untuk menjadi lebih baik kedepannya.

Tiap zaman ada masalahnya, tiap masalah ada zamannya. Hal ini diungkapkan Kang Emil mengkritisi masalah di masyarakat. Ia menceritakan keresahannya di masa lalu. Awalnya ia mengaku pernah menjadi warga yang marah dengan sistem pemerintahan. Lalu menyalurkan amarahnya itu dengan motivasi untuk merebut kekuasaan.

Kang Emil memutuskan untuk membuat berbagai komunitas seperti Indonesia Berkebun, Creative Forum, Design Kolong Jembatan dan lain-lain. Cara yang dilakukan ini menurutnya bertujuan untuk memberdayakan masyarakat sekaligus kritik terhadap sistem pemerintah.

Akhirnya cara ini membuahkan hasil. “Saya udah ngasih gagasan gratis sebagai pemuda, dicuekin. Akhirnya saya masuk merebut dan jadi Walikota,” kelakarnya disambut riuh sivitas akademika UII dan masyarakat yang sejak awal menyimak dengan antusias.

Lebih lanjut Kang Emil mengemukakan, sebagai seorang pemimpin hendaknya memiliki prisnsip yang kuat. Menurutnya prinsip sebagai pemimpin yaitu niatkan kehidupan untuk ibadah, berfikir bahwa kekuasaan hanyalah sementara, lalu berkomitmen untuk memberikan manfaat kepada orang banyak.

Di samping prinsip yang kuat, lanjut Kang Emil, penting juga untuk ikhtiar, tawakal dan berdoa kepada Allah. “Ikhtiar tanpa doa tidak paripurna, tidak ada perlindungan. Doa tanpa ikhtiar cenderung jalan di tempat karena tidak ada usaha,” tuturnya.

Disampaikan Kang Emil, kelebihan berbaik sangka kepada Allah adalah dapat menenangkan hati dan membuat pikiran menjadi positif.

Tidak hanya sharing mengenai makna ikhtiar, tawakal dan doa, Kang Emil dalam kesempatannya juga menyinggung program-program dalam jabatannya sebagai Gubernur. Beberapa program yang dijalankan yaitu satu desa satu hafidz quran, ekonomi keumatan dengan bisnis milik pesantren, program kredit masjid untuk dhuafa di lingkungan masjid, dakwah digital, dan english for ulama.

Mengakhiri diskusi, pesan disampaikan Kang Emil untuk pemuda Indonesia generasi saat ini. Yakni tidak bertengkar, menjunjung persamaan, tidak melihat perbedaan sebagai kebencian, dan menjadikan perbedaan sebagai rahmat.

“Jadi kalo hari ini adik-adik melihat perbedaan terus dibesar-besarkan ketimbang membesar-besarkan persamaan, itu rute menuju bubarnya peradaban,” tutup Kang Emil. (LY/AMG/RS)

Source : https://www.uii.ac.id/peran-pemuda-intelektual-muslim-dalam-membangun-negeri/

Pages

  • Beranda Utama
  • Buku Eksistensi Pemuda Muslim Digital
  • Buku Pembinaan Keagamaan
  • Buku-Buku DPPAI
  • Buletin Al-Rasikh
  • Buletin Al-Rasikh 2022
  • Buletin Al-Rasikh 2023
  • Daftar Ulang
  • Dakwah Dosen Tendik UII
  • Formulir Pengislaman
  • GALERI
  • Informasi Ujian Remidi PNDI
  • Kata Pengantar
  • Kententuan Penulisan Al-Rasikh
  • Konsultasi Keislaman
  • Konsultasi Keislaman Baru
  • Kumpulan Hadis TAFAQUH
  • Kumpulan Laman
  • Lembaga Dakwah
  • Lingkup Kegiatan
  • Orientasi Nilai Dasar Islam (ONDI)
  • Pelatihan Dakwah Masyarakat (PDM)
  • Pelatihan Kepemimpinan dan Dakwah (PKD)
  • Pelatihan Kepemimpinan dan Dakwah (PKD) – Lama
  • Pelatihan Pengembangan Diri (PPD)
  • PEMBINAAN
  • Pendalaman Nilai Dasar Islam (PNDI)
  • Pendalaman Nilai Dasar Islam (PNDI) (copy)
  • Ruang Berita DPPAI
  • Struktur Organisasi
  • TAFAQUH
  • Tentang Organisasi
  • Tulisan Al-Islamiyah
  • Visi Misi & Strategi

Categories

  • Akhlaq
  • Al-Islamiyah
  • Aqidah
  • Artikel Dakwah Tendik
  • Berita
  • Berita Universitas
  • BTAQ dan PI
  • Buletin Al-Rasikh
  • Data Peserta
  • Fiqh
  • Hasil Ujian
  • Ibadah
  • Kegiatan
  • Lainnya
  • ONDI
  • Pengumuman
  • Pesantrenisasi
  • Pesantrenisasi I
  • Pilihan
  • Uncategorized

Archive

  • Maret 2024
  • Desember 2023
  • November 2023
  • Juli 2023
  • Maret 2023
  • Februari 2023
  • November 2022
  • Oktober 2022
  • September 2022
  • Juli 2022
  • Juni 2022
  • April 2022
  • Maret 2022
  • Februari 2022
  • Januari 2022
  • November 2021
  • Oktober 2021
  • September 2021
  • Agustus 2021
  • Juli 2021
  • Juni 2021
  • Mei 2021
  • Maret 2021
  • Desember 2020
  • November 2020
  • Oktober 2020
  • September 2020
  • Agustus 2020
  • Juli 2020
  • Maret 2020
  • Desember 2019
  • November 2019
  • Oktober 2019
  • Mei 2019
  • Desember 2018
  • Juli 2018
  • Juni 2017
  • Maret 2017
  • Februari 2017
  • Januari 2017

Gedung Masjid Ulil Albab Lt.3
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: 0274-898444 Ext. 2405
Whatsapp: +62 815-8881-364
Email: [email protected]

 

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2021.

© Hak Cipta 2024 - Direktorat Pendidikan dan Pembinaan Agama Islam UII | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Konten dimutakhirkan 10 Januari 2025
  • Link to Facebook
  • Link to WhatsApp
  • Link to Instagram
  • Link to Youtube
Link to: Hasil Ujian BTAQ 31 Maret 2022 Link to: Hasil Ujian BTAQ 31 Maret 2022 Hasil Ujian BTAQ 31 Maret 2022 Link to: KURMA 1443 H “Tantangan Intelektual dan Spiritual Umat Islam” Link to: KURMA 1443 H “Tantangan Intelektual dan Spiritual Umat Islam” KURMA 1443 H “Tantangan Intelektual dan Spiritual Umat Islam”
Scroll to top Scroll to top Scroll to top