• Link to Facebook
  • Link to WhatsApp
  • Link to Instagram
  • Link to Youtube
Contact Us: 0274-898444 Ext.2405
Direktorat Pendidikan dan Pembinaan Agama Islam
  • PEMBINAAN
    • Pelatihan Kepemimpinan dan Dakwah (PKD)
    • Pelatihan Pengembangan Diri (PPD)
    • Orientasi Nilai Dasar Islam (ONDI)
    • Pendalaman Nilai Dasar Islam (PNDI)
    • Pelatihan Dakwah Masyarakat (PDM)
  • LAYANAN
    • Informasi Ujian Remidi PNDI
    • FAQ Pembinaan Keagamaan
    • Konsultasi Keislaman
    • Formulir Pengislaman
  • DOWNLOAD
    • Buku-Buku DPPAI
    • Buku Pembinaan Keagamaan
    • Kumpulan Hadis TAFAQUH
    • Buletin Al-Islamiyah
    • Buletin Al-Rasikh
  • PROFIL
    • Tentang Organisasi
    • Struktur Organisasi
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
Artikel Dakwah Tendik

Memaknai Rasa Sabar di Masa COVID-19

Memaknai Rasa Sabar di Masa COVID-19

Anita Kurniati S

 

فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا (5) إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا (6)

“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (Q.S. al-Insyirah [94]: 5-6)

Lebih dari kapanpun, saat ini adalah saat yang paling tepat untuk kita agar dapat meyakini makna ayat diatas sedalam-dalamnya. Kita telah melewati dua kali hari raya baik Idul Fitri maupun Idul Adha dalam bentuk perayaan yang paling sederhana. Silaturahmi fisik digantikan dengan silaturahmi secara online. Tradisi mudik dihilangkan sama sekali. Keluarga – keluarga yang merindukan seluruh anggota berkumpul pun harus menerima salam dari jauh.

Sudah lebih dari dua tahun kita melewati hari-hari dengan membaca berita duka di WhatsApp Group, bahkan di lebih dari satu WhatsApp Group. Dan tidak ada yang bisa dilakukan selain mengucapkan ucapan bela sungkawa melalui WhatsApp Group yang sama.

Mendengar tetangga kehilangan pekerjaan karena perusahan yang dirintis tidak bisa bertahan di masa pandemi, membuatnya pula kesulitan meneruskan biaya sekolah anak-anaknya. Mendapatkan breaking news tentang statistik angka terpapar covid-19 yang lebih tinggi dari angka kesembuhan hampir di semua media yang dapat didengar atau dilihat. Ikut berduka bersama teman yang kehilangan orang-orang terkasihnya.  Dan ikut berempati dengan keluarga-keluarga yang terpisah karena karantina. Energi negatif menemukan kita dari segala arah. Tidak memberikan kita kesempatan untuk bernafas lega.

Masa sulit seperti ini membuat kita sangat mudah berputus asa, menanamkan prasangka dan pada akhirnya menurunkan iman kita. Orang menjadi malas berusaha dan menolak diberi vaksin yang malah membuat usaha terbebas dari bencana ini menjadi lebih jauh dari berhasil.

Akhirnya muncul pertanyaan kenapa bencana ini datang kepada kita dan lebih mempertanyakan lagi kenapa belum juga berakhir. Hal yang manusiawi untuk dirasakan sebenarnya walapun harus ingat bahwa bencana ini tidak hanya datang untuk satu orang, satu wilayah atau satu negara, akan tetapi merupakan bencana global, yang berdampak pada seluruh dunia. Seluruh umat di dunia ini meraskan hal yang sama tanpa memandang perbedaan apapun.

Maka yang harus kita lakukan adalah menjaga iman kita kepada Allah SWT, bagaimanakah caranya? Kita hanya perlu sabar dan tawakal. Bahwa Allah adalah satu-satunya tempat kita bergantung untuk keluar dari segala kesulitan ini. Fakta bahwa setelah seluruh dunia dengan segara kemampuan, potensi dan sumber dayanya dikontribusikan untuk menangani kasus COVID-19, nyatanya sampai sekarang belum ada satu negara pun yang 100% terbebas dari pandemi ini, maka hanya kekuatan terbesar lah yang bisa mengeluarkan kita dari kesulitan. Hanya keyakinan bahwa Allah Swt yang bisa mengeluarkan kita dari kesulitan ini.

Setelah hati kita terbuka maka kita mulai bisa melihat nikmat yang melimpah. Bahkan kita pun dapat melihatnya disaat seperti sekarang, disaat kita memaknai rezeki dengan sangat sempit. Harapan yang disemogakan yakni agar kita bisa menjadi salah satu hamba yang pandai bersyukur. Di saat yang lain kehilangan pekerjaan, kita harus bersyukur kita bekerja di instansi yang tidak mudah goyah oleh pandemi. Tidak hanya kita masih bisa bekerja, gaji kita juga tetap diberikan seperti sebelum pandemi dan bahkan diberikan subsidi sembako, vitamin dan obat obatan. Belum lagi untuk menghindari kerumunan, kita hanya diwajibkan untuk bekerja dari kantor selama 2 hari dan sisanya kita bisa bekerja di rumah dengan aman.

Disaat banyak masyarakat masih berusaha mendapatkan vaksin, kita sudah diberi fasilitas gratis di awal waktu dan memastikan kesehatan kita sebagai prioritas. Tidak hanya untuk diri kita pribadi, akan tetapi kesempatan mendapatkan vaksin juga diberikan kepada keluarga kita.

Disaat kita sedang berduka, banyak uluran tanggan – teman teman dan tetangga yang selalu ada membantu meringankan beban kita. Saat satu sumber rezeki tertutup, pintu rezeki yang lain akan terbuka lebar.

Pada akhirnya kita akan bertahan dari segala ujian ini atas izin Allah Swt. Semoga Allah menjadikan kita orang yang sabar dalam menghadapi segala ujian-Nya. Bukankah pada hakikatnya hidup ini adalah ujian?

 

Anita Kurniati S

Staf Divisi Pemasaran & Admisi

Direktorat Pemasaran, Kerjasama dan Alumni

31/07/2021
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://dppai.uii.ac.id/wp-content/uploads/2022/07/DPPAI-2022.png 0 0 Ridho Frihastama https://dppai.uii.ac.id/wp-content/uploads/2022/07/DPPAI-2022.png Ridho Frihastama2021-07-31 09:00:322021-07-31 22:41:31Memaknai Rasa Sabar di Masa COVID-19

Pages

  • Beranda Utama
  • Buku Eksistensi Pemuda Muslim Digital
  • Buku Pembinaan Keagamaan
  • Buku-Buku DPPAI
  • Buletin Al-Rasikh
  • Buletin Al-Rasikh 2022
  • Buletin Al-Rasikh 2023
  • Daftar Ulang
  • Dakwah Dosen Tendik UII
  • Formulir Pengislaman
  • GALERI
  • Informasi Ujian Remidi PNDI
  • Kata Pengantar
  • Kententuan Penulisan Al-Rasikh
  • Konsultasi Keislaman
  • Konsultasi Keislaman Baru
  • Kumpulan Hadis TAFAQUH
  • Kumpulan Laman
  • Lembaga Dakwah
  • Lingkup Kegiatan
  • Orientasi Nilai Dasar Islam (ONDI)
  • Pelatihan Dakwah Masyarakat (PDM)
  • Pelatihan Kepemimpinan dan Dakwah (PKD)
  • Pelatihan Kepemimpinan dan Dakwah (PKD) – Lama
  • Pelatihan Pengembangan Diri (PPD)
  • PEMBINAAN
  • Pendalaman Nilai Dasar Islam (PNDI)
  • Pendalaman Nilai Dasar Islam (PNDI) (copy)
  • Ruang Berita DPPAI
  • Struktur Organisasi
  • TAFAQUH
  • Tentang Organisasi
  • Tulisan Al-Islamiyah
  • Visi Misi & Strategi

Categories

  • Akhlaq
  • Al-Islamiyah
  • Aqidah
  • Artikel Dakwah Tendik
  • Berita
  • Berita Universitas
  • BTAQ dan PI
  • Buletin Al-Rasikh
  • Data Peserta
  • Fiqh
  • Hasil Ujian
  • Ibadah
  • Kegiatan
  • Lainnya
  • ONDI
  • Pengumuman
  • Pesantrenisasi
  • Pesantrenisasi I
  • Pilihan
  • Uncategorized

Archive

  • Maret 2024
  • Desember 2023
  • November 2023
  • Juli 2023
  • Maret 2023
  • Februari 2023
  • November 2022
  • Oktober 2022
  • September 2022
  • Juli 2022
  • Juni 2022
  • April 2022
  • Maret 2022
  • Februari 2022
  • Januari 2022
  • November 2021
  • Oktober 2021
  • September 2021
  • Agustus 2021
  • Juli 2021
  • Juni 2021
  • Mei 2021
  • Maret 2021
  • Desember 2020
  • November 2020
  • Oktober 2020
  • September 2020
  • Agustus 2020
  • Juli 2020
  • Maret 2020
  • Desember 2019
  • November 2019
  • Oktober 2019
  • Mei 2019
  • Desember 2018
  • Juli 2018
  • Juni 2017
  • Maret 2017
  • Februari 2017
  • Januari 2017

Gedung Masjid Ulil Albab Lt.3
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: 0274-898444 Ext. 2405
Whatsapp: +62 815-8881-364
Email: [email protected]

 

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2021.

© Hak Cipta 2024 - Direktorat Pendidikan dan Pembinaan Agama Islam UII | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Konten dimutakhirkan 10 Januari 2025
  • Link to Facebook
  • Link to WhatsApp
  • Link to Instagram
  • Link to Youtube
Link to: Birrul Waalidain (Berbakti Kepada Orang Tua) Link to: Birrul Waalidain (Berbakti Kepada Orang Tua) Birrul Waalidain (Berbakti Kepada Orang Tua) Link to: ADAB BERDAKWAH DAN MENASEHATI Link to: ADAB BERDAKWAH DAN MENASEHATI ADAB BERDAKWAH DAN MENASEHATI
Scroll to top Scroll to top Scroll to top