• Link to Facebook
  • Link to WhatsApp
  • Link to Instagram
  • Link to Youtube
Contact Us: 0274-898444 Ext.2405
Direktorat Pendidikan dan Pembinaan Agama Islam
  • PEMBINAAN
    • Pelatihan Kepemimpinan dan Dakwah (PKD)
    • Pelatihan Pengembangan Diri (PPD)
    • Orientasi Nilai Dasar Islam (ONDI)
    • Pendalaman Nilai Dasar Islam (PNDI)
    • Pelatihan Dakwah Masyarakat (PDM)
  • LAYANAN
    • Informasi Ujian Remidi PNDI
    • FAQ Pembinaan Keagamaan
    • Konsultasi Keislaman
    • Formulir Pengislaman
  • DOWNLOAD
    • Buku-Buku DPPAI
    • Buku Pembinaan Keagamaan
    • Kumpulan Hadis TAFAQUH
    • Buletin Al-Islamiyah
    • Buletin Al-Rasikh
  • PROFIL
    • Tentang Organisasi
    • Struktur Organisasi
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
Artikel Dakwah Tendik

Dosa Besar Berputus Asa dari COVID-19

Dosa Besar Berputus Asa dari COVID-19

BAMBANG HERMAWAN A.Md.

<[email protected]>

 

Wabah penyakit seperti pandemi COVID-19 tidak hanya berlangsung pada masa ini namun pernah terjadi dimasa lampau, pandemi virus corona sendiri pertamakali muncul di Wuhan, China dan mulai menyebar ke berbagai negara di dunia, menurut informasi terbaru penembahan kasus virus COVID-19 di Indonesia pada hari senin tanggal 12 juli 2021 data di akun Twitter @kemenkesRI pukul 17.34 wib jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 indonesia bertambah 40.427 pasien. Penambahan kasus harian tersebut menjadi rekor tertinggi di Indonesia selama pandemic COVID-19. Adapun total kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Indonesia hari ini menjadi 2.567.630 pasien, berdasarkan data pada minggu (11/7/2021), total pasien positif COVID-19 sebanyak 2.527.203 orang1.

Surat Al Anbiya’ ayat 83

Dalam Q.S al-Anbiya’ [21]:83, Allah SWT berfirman mengenai wabah penyakit yang menimpa Nabi Ayub. Penyakit itu adalah judzam (kusta atau lepra) yang menyerang fisiknya.

وَاَيُّوْبَ اِذْ نَادٰى رَبَّهٗٓ اَنِّيْ مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَاَنْتَ اَرْحَمُ الرَّاحِمِيْنَ ۚ

wa ayyụba iż nādā rabbahū annī massaniyaḍ-ḍurru wa anta ar-ḥamur-rāḥimīn

Artinya: “Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika dia berdoa kepada Tuhannya, “(Ya Tuhanku), sungguh, aku telah ditimpa penyakit, padahal Engkau Tuhan Yang Maha Penyayang dari semua yang penyayang.” (Q.S al-Anbiya’ [21]:83)

Cara Menghadapi Wabah Penyakit2

Di zaman Rasulullah pernah terjadi wabah/tha’un. Rasulullah SAW pun bersabda mengenai cara menghadapi wabah penyakit, yakni tidak memasuki daerah yang diketahui terjangkiti wabah dan bagi masyarakat yang berada di dalam wilayah yang terjangkiti untuk tidak keluar dari daerah tersebut. Keputusan Rasulullah itu juga dikenal saat ini dengan nama karantina. Hal itu dilakukan agar penyakit yang mewabah tidak menyebar ke daerah lain. “Jika kalian mendengar penyakit thaun mewabah di suatu daerah, maka jangan masuk ke daerah itu. Apabila kalian berada di daerah tersebut, jangan lari dari thaun.” Media di Indonesia banyak yang memberitakan tentang pemaparan COVID-19 yang terus meningkat menjangkiti masyarakat. Salah satu peristiwa pasien yang teridentifikasi positif COVID-19, diketahui menjalani isolasi mandiri (isoman) namun terus merasakan setiap hari penyakitnya tak kunjung sembuh. Sulitnya mendapatkan tabung oksigen membuat pasien ini depresi dan memutuskan untuk melakukan tindakan bunuh diri. Padahal di dalam Islam, Tindakan bunuh diri merupakan hal yang dilarang dan termasuk dalam dosa besar karena menyiratkan Tindakan keputusasaan pada rahmat Allah SWT, Sang Pencipta.

Sebagaimana disebutkan dalam Q.S Yusuf [12]:87 Allah SWT berfirman bahwa setiap manusia tidak boleh berputus asa atas rahmat Allah.

وَلَا تَا۟يْـَٔسُوا۟ مِن رَّوْحِ ٱللَّهِ ۖ إِنَّهُۥ لَا يَا۟يْـَٔسُ مِن رَّوْحِ ٱللَّهِ إِلَّا ٱلْقَوْمُ ٱلْكَٰفِرُونَ

Artinya: “dan jangan berputus asa atas rahmat Allah, sesungguhnya yang berputus asa dari rahmat Allah hanyalah orang-orang yang kafir.” (Q.S Yusuf [12]:87)

Atas sebab dan alasan apapun mengakhiri hidup dengan cara bunuh diri adalah salah satu bentuk dosa besar. Bunuh diri merupakan tindakan yang dilakukan akibat tidak memiliki harapan lagi atas rahmat Allah SWT. Selain itu Tindakan tersebut menyiratkan bahwa seseorang tidak mensyukuri nikmat yang diberikan oleh Allah SWT di dalam kehidupannya. Allah Yang Maha Menghidupkan telah memberi sarana kepada setiap manusia untuk menjalankan kehidupan di dunia dengan sebaik-baiknya, baik lahir maupun bathin. Namun karena kecongkakan dan ketidaksyukuran manusia, tidak sedikit manusia yang memotong takdir Allah SWT. Mereka yang memutuskan untuk melakukan tindakan bunuh diri seringkali dilatarbelakangi dengan alasan duniawi, mulai dari masalah ekonomi, masalah asmara, atau masalah tekanan hidup yang menyebabkan depresi. Setiap manusia yang memiliki masalah atau persoalah haruslah melakukan ikhtiar untuk mencari solusi sembari berdoa kepada Allah SWT untuk memohon petunjuk. Setiap masalah yang diberikan tak ubahnya adalah cobaan yang diturunkan Allah kepada umatnya. Jika manusia diuji dengan cobaan maka manusia dianjurkan untuk memperbanyak berdzikir kepada Allah memohon ampun dan meminta petunjuk agar diberikan jalan keluar.

Jika pernah terbersit pikiran untuk melakukan bunuh diri, sudah seharusnyalah ia belajar untuk mensyukuri nikmat yang telah diberikan Allah SWT. Dengan memfokuskan diri untuk terus bersyukur maka pandangan kita terhadap kehidupan yang sempit akan berkurang. Tentu tidak terhitung jumlah nikmat yang diberikan Allah kepada hamba-Nya, mulai dari nikmat kesehatan, nikmat kehidupan, nikmat diberi badan yang lengkap, nikmat memiliki keluarga yang selalu ada dan terus memberi dukungan. Dengan mengingat nikmat maka sejatinya kita akan memperbanyak bersyukur dan terus mengingat akan kebesaran Allah SWT.

وَقَالَ مُوسَى إِنْ تَكْفُرُوا أَنْتُمْ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا فَإِنَّ اللَّهَ لَغَنِيٌّ حَمِيدٌ (8)

“Dan siapa yang banyak bersyukur kata Allah kenikmatan akan ditambah” (Q.S Ibrahim [14]:7).

Di sisi lain, Kiai Halim, seorang pengasuh pondok di daerah Pasuruan, Jawa Timur mengingatkan jika ada orang yang ingin bunuh diri lantaran depresi, hendaknya agar orang tersebut segera mencari cara untuk menyembuhkannya. Tidak terkecuali keluarga dan orang-orang di sekitarnya diharapkan dapat memperhatikan dan dapat membawa ke seorang psikiater. Ikhtiar dalam artian berusaha untuk sembuh itu hukumnya wajib. Kesembuhan memang harus diikhtiarkan, walaupun sejatinya Yang Maha Menyembuhkan adalah Allah, namun tugas manusia adalah berusaha yang terbaik dan tidak boleh berputus asa. Menurut penulis, mengejar target dunia tidak dilarang namun harus diimbangi dengan mengejar ketenangan batin, salah satunya dengan cara memenuhi ibadah kita kepada Allah dan terus mendekatkan diri kepada-Nya. Orang yang jauh dari Allah SWT, maka ia tidak akan merasa puas dengan kehidupan dunia, kebutuhan batinnya tidak terpenuhi sehingga terdapat kekalutan dan juga ketakutan dalam dirinya. Semoga kita semua dilindungi oleh Allah SWT dari segala macam keburukan yang menghalangi kita dari Allah SWT. Aamiin

 

Daftar Pustaka

[1] https://www.tribunnews.com/corona/2021/07/12/breaking-news-update-corona-indonesia-12-juli-2021-pecah-rekor-tambah-40427-kasus-baru. (diakses pada 12 Juli 2021)

[2]https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5333036/ayat-alquran-tentang-wabah-penyakit-dan-cara-menghadapinya, (diakses pada 12 juli 2021)

BAMBANG HERMAWAN A.Md.

<[email protected]>

 

31/07/2021
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://dppai.uii.ac.id/wp-content/uploads/2022/07/DPPAI-2022.png 0 0 Ridho Frihastama https://dppai.uii.ac.id/wp-content/uploads/2022/07/DPPAI-2022.png Ridho Frihastama2021-07-31 08:00:502021-07-31 22:32:56Dosa Besar Berputus Asa dari COVID-19

Pages

  • Beranda Utama
  • Buku Eksistensi Pemuda Muslim Digital
  • Buku Pembinaan Keagamaan
  • Buku-Buku DPPAI
  • Buletin Al-Rasikh
  • Buletin Al-Rasikh 2022
  • Buletin Al-Rasikh 2023
  • Daftar Ulang
  • Dakwah Dosen Tendik UII
  • Formulir Pengislaman
  • GALERI
  • Informasi Ujian Remidi PNDI
  • Kata Pengantar
  • Kententuan Penulisan Al-Rasikh
  • Konsultasi Keislaman
  • Konsultasi Keislaman Baru
  • Kumpulan Hadis TAFAQUH
  • Kumpulan Laman
  • Lembaga Dakwah
  • Lingkup Kegiatan
  • Orientasi Nilai Dasar Islam (ONDI)
  • Pelatihan Dakwah Masyarakat (PDM)
  • Pelatihan Kepemimpinan dan Dakwah (PKD)
  • Pelatihan Kepemimpinan dan Dakwah (PKD) – Lama
  • Pelatihan Pengembangan Diri (PPD)
  • PEMBINAAN
  • Pendalaman Nilai Dasar Islam (PNDI)
  • Pendalaman Nilai Dasar Islam (PNDI) (copy)
  • Ruang Berita DPPAI
  • Struktur Organisasi
  • TAFAQUH
  • Tentang Organisasi
  • Tulisan Al-Islamiyah
  • Visi Misi & Strategi

Categories

  • Akhlaq
  • Al-Islamiyah
  • Aqidah
  • Artikel Dakwah Tendik
  • Berita
  • Berita Universitas
  • BTAQ dan PI
  • Buletin Al-Rasikh
  • Data Peserta
  • Fiqh
  • Hasil Ujian
  • Ibadah
  • Kegiatan
  • Lainnya
  • ONDI
  • Pengumuman
  • Pesantrenisasi
  • Pesantrenisasi I
  • Pilihan
  • Uncategorized

Archive

  • Maret 2024
  • Desember 2023
  • November 2023
  • Juli 2023
  • Maret 2023
  • Februari 2023
  • November 2022
  • Oktober 2022
  • September 2022
  • Juli 2022
  • Juni 2022
  • April 2022
  • Maret 2022
  • Februari 2022
  • Januari 2022
  • November 2021
  • Oktober 2021
  • September 2021
  • Agustus 2021
  • Juli 2021
  • Juni 2021
  • Mei 2021
  • Maret 2021
  • Desember 2020
  • November 2020
  • Oktober 2020
  • September 2020
  • Agustus 2020
  • Juli 2020
  • Maret 2020
  • Desember 2019
  • November 2019
  • Oktober 2019
  • Mei 2019
  • Desember 2018
  • Juli 2018
  • Juni 2017
  • Maret 2017
  • Februari 2017
  • Januari 2017

Gedung Masjid Ulil Albab Lt.3
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: 0274-898444 Ext. 2405
Whatsapp: +62 815-8881-364
Email: [email protected]

 

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2021.

© Hak Cipta 2024 - Direktorat Pendidikan dan Pembinaan Agama Islam UII | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Konten dimutakhirkan 10 Januari 2025
  • Link to Facebook
  • Link to WhatsApp
  • Link to Instagram
  • Link to Youtube
Link to: Era Pandemi COVID-19: Saatnya Kembali Kepada Allah SWT Link to: Era Pandemi COVID-19: Saatnya Kembali Kepada Allah SWT Era Pandemi COVID-19: Saatnya Kembali Kepada Allah SWT Link to: Bolehkah Berpasrah Saat Pandemi? Link to: Bolehkah Berpasrah Saat Pandemi? Bolehkah Berpasrah Saat Pandemi?
Scroll to top Scroll to top Scroll to top