• Link to Facebook
  • Link to WhatsApp
  • Link to Instagram
  • Link to Youtube
Contact Us: 0274-898444 Ext.2405
Direktorat Pendidikan dan Pembinaan Agama Islam
  • PEMBINAAN
    • Pelatihan Kepemimpinan dan Dakwah (PKD)
    • Pelatihan Pengembangan Diri (PPD)
    • Orientasi Nilai Dasar Islam (ONDI)
    • Pendalaman Nilai Dasar Islam (PNDI)
    • Pelatihan Dakwah Masyarakat (PDM)
  • LAYANAN
    • Informasi Ujian Remidi PNDI
    • FAQ Pembinaan Keagamaan
    • Konsultasi Keislaman
    • Formulir Pengislaman
  • DOWNLOAD
    • Buku-Buku DPPAI
    • Buku Pembinaan Keagamaan
    • Kumpulan Hadis TAFAQUH
    • Buletin Al-Islamiyah
    • Buletin Al-Rasikh
  • PROFIL
    • Tentang Organisasi
    • Struktur Organisasi
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
Artikel Dakwah Tendik

Utamakan Tabayyun di Era Digital

Utamakan Tabayyun di Era Digital

Sujono, S.Kom, M.Kom.

 

Bismillâhi walhamdulillâhi wash-shalâtu wassalâmu ‘alâ rasûlillâh,

Saat Banjir Informasi

Era digital merupakan era dimana informasi mudah didapatkan, cepat diperoleh dan disebarluaskan dengan teknologi digital yaitu teknologi yang menggunakan sistem komputerisasi yang terhubung dengan internet. Perkembangan teknologi digital tidak dapat dihindari, kita perlu terus belajar dan mengembangkan diri agar dapat memanfaatkannya dengan bijak.

Di era digital saat ini, pemenuhan informasi sudah menjadi kebutuhan bagi setiap individu dan tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan manusia modern. Informasi kini tersedia melimpah di dunia maya bahkan terkadang sampai banjir informasi, sehingga diperlukan kehati-hatian dalam memilah informasi yang diperoleh. Sebagai seorang muslim, penting untuk membentengi diri dengan tabayyun yang berarti mengutamakan untuk memeriksa kebenaran informasi yang diterima.

Allah SWT berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنْ جَاۤءَكُمْ فَاسِقٌۢ بِنَبَاٍ فَتَبَيَّنُوْٓا اَنْ تُصِيْبُوْا قَوْمًاۢ بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوْا عَلٰى مَا فَعَلْتُمْ نٰدِمِيْنَ

“Wahai orang-orang yang beriman, jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan), yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu” (Q.S. al-Hujurat [49]: 6).

Sebagaimana disebutkan dalam ayat Alquran di atas, Allah SWT telah memperingatkan kepada kita untuk berhati-hati terhadap informasi yang diterima supaya tidak ada penyesalan di kemudian hari.

Sebagian besar masyarakat Indonesia, saat ini telah terhubung dengan internet. Menurut data Digital Global Overview Report per Januari 2021, pengguna internet sudah mencapai 202,6 juta (73,7%) dari total populasi penduduk Indonesia dan 170 juta (61,8%) merupakan pengguna aktif media sosial (medsos).

Dalam interaksi kepada sesama menggunakan teknologi terutama medsos, kita perlu hati-hati. Medsos, di satu sisi dapat memberi manfaat pada kebaikan namun di sisi lainnya tidak jarang menjerumuskan pada hal yang buruk/negatif. Dampak negatif medsos diantaranya:

(1) Tersebarnya informasi yang meresahkan

Seorang youtuber bernama Joseph Paul Zhang menyebarkan informasi yang meresahkan, mengaku sebagai nabi ke-26. Video youtuber tersebut sempat viral di medsos. Joseph diduga menista agama, dan bahkan menantang publik untuk melaporkannya ke polisi. Joseph pun telah dilaporkan ke Bareskrim Polri.

Baru-baru ini juga muncul kasus yang hangat dan menjadi viral di Indonesia yaitu dr. Lois Owien melalui akun Twitter @LsOwien. Di masa pandemi covid-19, dr. Lois Owien menyebarkan informasi yang kontroversial, menyampaikan pandangan kedokteran tidak berdasarkan main-stream keilmuan melalui saluran-saluran komunikasi publik yang tidak tepat dan dapat memancing keonaran pendapat di masyarakat. Pandangan-pandangan yang disampaikan dr. Lois Owien juga tidak sejalan dengan Sumpah Dokter Indonesia dan membuat masyarakat bingung dalam mengambil sikap di tengah pandemi Covid-19 yang juga belum usai.

(2) Sarana berbuat kriminalitas dan penipuan

Keahlian yang dimiliki seseorang semestinya digunakan untuk kemaslahatan sehingga memberikan manfaat bagi umat. Namun bagi 2 orang hacker asal Indonesia ini ternyata keahliannya disalahgunakan. Beberapa waktu lalu, 2 hacker ini memalsukan situs bantuan covid-19 di Amerika Serikat, hal tersebut mengakibatkan kerugian material hingga 60 juta dolar. Perbuatan pelaku merupakan tindakan kriminal sehingga pelaku ditangkap dan diproses secara hukum oleh Polda Jawa Timur.

Contoh lain yang juga marak terjadi di medsos adalah tindakan penipuan, terlebih berbagai aktivitas dilakukan secara online termasuk jual beli. Sebagaimana dilaporkan oleh akun Twitter @M1_nusaputra, akun Instagram toko online (@hpmurah_bali_celluler) mempunyai pengikut 43,9 ribu. Akun dengan pengikut sebesar itu pastinya sangat meyakinkan pembeli untuk dapat dipercaya, namun ternyata melakukan penipuan. Salah satu korban tergiur untuk membeli ponsel murah dengan harga Rp. 500.000. Akun penipu tersebut telah ditangani Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri.

Sebuah riwayat tentang tabayyun di masa Rasulullah SAW

Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Rasul Muhammad SAW pernah melarang seorang sahabat bernama Mu’az bin Jabal yang hendak buru-buru menyebarkan sebuah hadis. Rasul khawatir hadis tersebut disalahpahami oleh masyarakat, terutama yang belum cukup ilmunya.

Hadis yang akan disebar oleh Mu’az adalah yang berbunyi, “Tidaklah seseorang yang bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, melainkan Allah mengharamkan baginya api neraka”. Rasulullah SAW khawatir hadis tersebut akan disalahartikan jika terburu-buru disebarkan kepada masyarakat. “Wahai Rasul, tidakkah aku sebaiknya menyebarkan hadis ini kepada umat agar mereka bergembira?” tanya Mu’az tak mengerti. “Jika demikian, maka mereka hanya akan mengandalkan hadis tersebut saja,” jawab Rasul sebagaimana direkam dalam HR. Muslim. Kisah di atas mengajarkan pentingnya melakukan tabayyun, bukan saja terhadap kebenaran sebuah informasi, tetapi juga kesiapan orang yang akan menerima informasi tersebut.

Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda, “Janganlah kamu menceritakan sesuatu kepada suatu kaum sedang akal mereka tidak mampu menerimanya. Karena cerita tersebut (justru dapat) menimbulkan fitnah pada sebagian dari mereka.” (H.R. Muslim).

Allah SWT berfirman:

اِنَّ الَّذِيْنَ جَاۤءُوْ بِالْاِفْكِ عُصْبَةٌ مِّنْكُمْۗ لَا تَحْسَبُوْهُ شَرًّا لَّكُمْۗ بَلْ هُوَ خَيْرٌ لَّكُمْۗ لِكُلِّ امْرِئٍ مِّنْهُمْ مَّا اكْتَسَبَ مِنَ الْاِثْمِۚ وَالَّذِيْ تَوَلّٰى كِبْرَهٗ مِنْهُمْ لَهٗ عَذَابٌ عَظِيْمٌ

“Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu (juga). Janganlah kamu mengira berita itu buruk bagi kamu bahkan itu baik bagi kamu. Setiap orang dari mereka akan mendapat balasan dari dosa yang diperbuatnya. Dan barangsiapa di antara mereka yang mengambil bagian terbesar (dari dosa yang diperbuatnya), dia mendapat azab yang besar (pula).” (Q.S. an-Nur [24]: 11)

Langkah menyaring informasi

Ada 3 langkah untuk melakukan saring informasi yang diterima yaitu:

(1) Apakah informasi itu benar?

Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah menyaring kebenaran informasi yang kita terima. Apakah informasi yang sampai ke kita benar? Jika informasi tersebut salah, maka informasi tidak perlu disebarluaskan. Jika informasi tersebut benar, maka dapat lanjut ke langkah berikutnya.

(2) Apakah informasi itu baik?

Langkah kedua adalah melakukan penyaringan atau pemfilteran informasi yang diterima apakah masuk dalam kategori baik atau tidak. Jika informasinya tidak baik, maka lebih bijak untuk tidak disebarluaskan. Jika informasi tersebut baik, maka dapat lanjut ke langkah ketiga.

(3) Apakah informasi itu bermanfaat?

Langkah ketiga yang perlu disaring adalah tentang manfaat dari informasi yang diterima. Informasi yang diterima adalah benar dan baik, kemudian dicek apakah informasi tersebut juga memberikan manfaat. Jika iya, maka informasi tersebut layak untuk disebarluaskan.

Demikianlah langkah-langkah melakukan saring informasi yang diterima (ber-tabayyun) agar selalu dalam koridor kebaikan dan terhindar dari hal-hal yang buruk.

Mutiara hikmah

“Jika engkau telah menghabiskan sebagian besar umurmu untuk kesenangan dunia, maka paling tidak, sedekahkanlah sisa umurmu yang tinggal sedikit ini untuk kebahagiaanmu di akhirat”. Wa Allâhu a’lam.

 

Sujono, S.Kom, M.Kom

Kepala Urusan Data Akademik dan Teknologi Informasi

Fakultas Kedokteran

Universitas Islam Indonesia

 

31/07/2021
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://dppai.uii.ac.id/wp-content/uploads/2021/07/tabayun-60e51dca06310e6c1647ecc2.jpg 1342 2008 Ridho Frihastama https://dppai.uii.ac.id/wp-content/uploads/2022/07/DPPAI-2022.png Ridho Frihastama2021-07-31 13:30:392021-08-01 06:56:11Utamakan Tabayyun di Era Digital

Pages

  • Beranda Utama
  • Buku Eksistensi Pemuda Muslim Digital
  • Buku Pembinaan Keagamaan
  • Buku-Buku DPPAI
  • Buletin Al-Rasikh
  • Buletin Al-Rasikh 2022
  • Buletin Al-Rasikh 2023
  • Daftar Ulang
  • Dakwah Dosen Tendik UII
  • Formulir Pengislaman
  • GALERI
  • Informasi Ujian Remidi PNDI
  • Kata Pengantar
  • Kententuan Penulisan Al-Rasikh
  • Konsultasi Keislaman
  • Konsultasi Keislaman Baru
  • Kumpulan Hadis TAFAQUH
  • Kumpulan Laman
  • Lembaga Dakwah
  • Lingkup Kegiatan
  • Orientasi Nilai Dasar Islam (ONDI)
  • Pelatihan Dakwah Masyarakat (PDM)
  • Pelatihan Kepemimpinan dan Dakwah (PKD)
  • Pelatihan Kepemimpinan dan Dakwah (PKD) – Lama
  • Pelatihan Pengembangan Diri (PPD)
  • PEMBINAAN
  • Pendalaman Nilai Dasar Islam (PNDI)
  • Pendalaman Nilai Dasar Islam (PNDI) (copy)
  • Ruang Berita DPPAI
  • Struktur Organisasi
  • TAFAQUH
  • Tentang Organisasi
  • Tulisan Al-Islamiyah
  • Visi Misi & Strategi

Categories

  • Akhlaq
  • Al-Islamiyah
  • Aqidah
  • Artikel Dakwah Tendik
  • Berita
  • Berita Universitas
  • BTAQ dan PI
  • Buletin Al-Rasikh
  • Data Peserta
  • Fiqh
  • Hasil Ujian
  • Ibadah
  • Kegiatan
  • Lainnya
  • ONDI
  • Pengumuman
  • Pesantrenisasi
  • Pesantrenisasi I
  • Pilihan
  • Uncategorized

Archive

  • Maret 2024
  • Desember 2023
  • November 2023
  • Juli 2023
  • Maret 2023
  • Februari 2023
  • November 2022
  • Oktober 2022
  • September 2022
  • Juli 2022
  • Juni 2022
  • April 2022
  • Maret 2022
  • Februari 2022
  • Januari 2022
  • November 2021
  • Oktober 2021
  • September 2021
  • Agustus 2021
  • Juli 2021
  • Juni 2021
  • Mei 2021
  • Maret 2021
  • Desember 2020
  • November 2020
  • Oktober 2020
  • September 2020
  • Agustus 2020
  • Juli 2020
  • Maret 2020
  • Desember 2019
  • November 2019
  • Oktober 2019
  • Mei 2019
  • Desember 2018
  • Juli 2018
  • Juni 2017
  • Maret 2017
  • Februari 2017
  • Januari 2017

Gedung Masjid Ulil Albab Lt.3
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: 0274-898444 Ext. 2405
Whatsapp: +62 815-8881-364
Email: [email protected]

 

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2021.

© Hak Cipta 2024 - Direktorat Pendidikan dan Pembinaan Agama Islam UII | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Konten dimutakhirkan 10 Januari 2025
  • Link to Facebook
  • Link to WhatsApp
  • Link to Instagram
  • Link to Youtube
Link to: Indahnya Memuliakan Tetangga Link to: Indahnya Memuliakan Tetangga Indahnya Memuliakan Tetangga Link to: Muhasabah Diri Link to: Muhasabah Diri Muhasabah Diri
Scroll to top Scroll to top Scroll to top