• Link to Facebook
  • Link to WhatsApp
  • Link to Instagram
  • Link to Youtube
Contact Us: 0274-898444 Ext.2405
Direktorat Pendidikan dan Pembinaan Agama Islam
  • PEMBINAAN
    • Pelatihan Kepemimpinan dan Dakwah (PKD)
    • Pelatihan Pengembangan Diri (PPD)
    • Orientasi Nilai Dasar Islam (ONDI)
    • Pendalaman Nilai Dasar Islam (PNDI)
    • Pelatihan Dakwah Masyarakat (PDM)
  • LAYANAN
    • Informasi Ujian Remidi PNDI
    • FAQ Pembinaan Keagamaan
    • Konsultasi Keislaman
    • Formulir Pengislaman
  • DOWNLOAD
    • Buku-Buku DPPAI
    • Buku Pembinaan Keagamaan
    • Kumpulan Hadis TAFAQUH
    • Buletin Al-Islamiyah
    • Buletin Al-Rasikh
  • PROFIL
    • Tentang Organisasi
    • Struktur Organisasi
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
Artikel Dakwah Tendik

Bijak Bermedia Sosial, agar Gawai Tidak Jadi Petaka

Bijak Bermedia Sosial, agar Gawai Tidak Jadi Petaka

Iksan Pamungkas

[email protected]

 

Pendahuluan

Media sosial merupakan salah satu fitur yang paling banyak digunakan oleh pengguna internet. Hampir seluruh masyarakat memiliki dan menggunakan media sosial untuk memperoleh dan menyampaikan informasi ke publik. Berdasarkan data dari siaran pers kominfo tahun 2020, penggunaan media sosial paling tinggi adalah Whatsapp, Facebook dan Youtube. Bahkan  40% pengguna Whatsaapp memakai lebih dari 5 jam sehari. Selain itu, kominfo juga melakukan survei terkait berita hoaks dan hasilnya 30-60% responden mengaku pernah terpapar hoaks, 40%-55% yakin tidak akan menyebarkan hoaks, 21%-36% dapat mengidentifikasi hoaks, 11% pernah menyebarkan hoaks karena tidak terlalu dipikirkan. Melihat kenyataan tersebut, dapat dinilai bahwa literasi digital di Indonesia belum sampai pada level “baik”[1].

Di Indonesia, kasus ujaran kebencian melalui media social masih banyak terjadi. Sejak tahun 2018, kominfo telah memutus 3640 konten ujaran kebencian yang mengandung unsur suku, agama, ras dan antar golongan (SARA). Trend masa yang akan datang tantangan ini akan semakin meningkat sesuai dengan trend survei yang dilakukan oleh kominfo pada 2020[2].

Pembahasan

Sejak tahun 2016, Microsoft melakukan survei tentang tingkat kesopanan digital (Digital Civility Index). Survei ini dilakukan pada tahun 2020 dengan melibatkan 16.000 responden dilebih dari 30 negara. Usia dewasa (18-74) dan remaja (13-17) menempatkan Indonesia pada peringkat 29 dari total 32 negara. Untuk Indonesia, sebanyak 503 responden telah memberikan data pada bulan April dan Mei 2020[3]. Alih-alih mengalami kecenderungan membaik, secara umum nilai kesopanan netizen Indonesia mengalami penurunan sebanyak 8 point dari tahun 2019. Peningkatan malah terjadi pada aktivitas rundungan/pelecehan.Peningkatan ini sebanyak 5 point untuk dari tahun 2019. 59% responden berharap kepada perusahaan media sosial untuk dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan derajat kesopanan. Kontribusi ini juga dapat di lakukan di Media massa, dan oleh Pemerintah, Institusi Pendidikan dan Institusi Keagamaan. Sementara, sebanyak 47% Responden menilai terjadi peningkatan hoaks dan penipuan pada tahun 2020. Data ini mengalami peningkatan 13 point dari tahun 2019, dan untuk ujaran kebencian terdapat peningkatan 5 point dari tahun 2019.

Yang cukup menyedihkan adalah 5 dari 10 responden atau 47% menyatakan terlibat dalam aktivitas perundungan. Dari data ini dapat disimpulkan, aktivitas online netizen indonesia yang dibarengi dengan semakin merata dan terjangkaunya akses internet, justru mengarah kepada aktivitas yang merugikan/menyinggung orang lain. Fakta lain yang membuat miris adalah akun media sosial Microsoft diserbu oleh netizen Indonesia karena tidak suka dengan temuan tersebut[4]. Hal ini menandakan bahwa belum terdapat kedewasaan dalam menerima fakta/temuan.

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Program for International Student Assessment (PISA) yang di rilis Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) pada tahun 2019, Indonesia menempati peringkat 62 dari total 70 negara terkait tingkat literasi. Literasi disini adalah kedalaman pengetahuan seseorang terhadap suatu subjek ilmu pengetahuan[5].

Namun perlu disadari bahwa jumlah penduduk indonesia yang besar (peringkat 4 dunia) dan wilayahnya yang luas (17.504 pulau) idealnya diimbangi dengan jumlah buku bacaan yang juga melimpah.Akan tetapi jumlah bacaan yang beredar yang dimiliki perpustakaan umum di Indonesia hanya 22.318.083 eksemplar, sedangkan jumlah penduduk Indonesia sebanyak 270 juta lebih. Sehingga rasio antara buku dengan jumlah penduduk adalah 0,098. Standar UNESCO yaitu 3 buku perorang untuk setiap tahunnya. Banyak ditemukan kerugian pada penggunaan media sosial. Salah satunya media massa menjadi perantara untuk melakukan ujaran kebencian, dan menyebarkan berita hoaks yang membuat korban mengalami tekanan mental, sosial dan bahkan keselamatan hidupnya.

Contoh kasus ujaran kebencian dapat dilihat pada tahun 2021, yang mana ujaran kebencian tersebut ditujukan kepada Palestina. Tindakan oknum ini dilakukan disalah satu kanal media sosial yang sedang naik daun, yaitu Tiktok. Video dengan durasi 13 detik yang isinya adalah komentar terhadap Palestina dengan kata-kata makian, bahkan beberapa diantaanya menghasut agar dilakukan pembataian terhadap Palestina. Hal ini tentu saja sangat kejam dilakukan disaat penduduk Palestina menghadapi penindasan terhadap hak-hak bangsa Palestina. Saat ini kasus ini sudah diproses oleh kepolisian Nusa Tenggara Barat[6].

Berita bohong/hoaks juga banyak sekali ditemukan di media social. Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa banyak orang melakukan ujaran kebencian. Dari survei yang dilakukan oleh Kominfo, Microsoft, Pisa terhadap Indonesia terlihat bahwa hal ini banyak terjadi. Selain tanggung jawab dari perusahaan media social, dimana algoritma dari aplikasi yang menempatkan interaksi tinggi tanpa melihat konteks terhadap interaksi konten tersebut. Sehingga menjadi insentif bagi pembuat konten untuk berlomba-lomba membuat konten negatif yang akan populer dan menjadi tenar. Tentu hal ini merupakan tanggung jawab kita semua selaku penggunan media sosial agar dapat menggunakan dengan bijak. Masalah ini memang tidak sederhana dan membutuhkan kerjasama semua pihak, baik masyarakat pengguna media sosial, pemerintah dan perusahaan media sosial.

Media sosial tidak hanya berisi hal-hal negatif saja, tetapi masih juga banyak hal-hal bermanfaat dan positif lainnya yang beredar di media sosial. Untuk menghindari hal-hal negatif Allah telah memberikan petunjuk di dalam Al-Qur’an, diantaranya:

1.Firman Allah SWT dalam (Q.S. al-Hujurat [49]:6), yang memerintahkan pentingnya Tabayyun (klarifikasi) ketika memperoleh informasi.

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ (6)

“Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohanmu, yang akhirnya kamu menyesali perbuatan itu.”

2. Firman Allah SWT dalam (QS an-Nur[24]:16), yang melarang untuk menyebarkan praduga dan kecurigaan, mencari keburukan orang, serta menggunjing.

وَلَوْلَا إِذْ سَمِعْتُمُوهُ قُلْتُمْ مَا يَكُونُ لَنَا أَنْ نَتَكَلَّمَ بِهَذَا سُبْحَانَكَ هَذَا بُهْتَانٌ عَظِيمٌ (16)

“Dan mengapa kamu tidak berkata ketika mendengarnya, ‘Tidak pantas bagi kita membicarakan ini. Maha suci engkau, ini adalah kebohongan yang besar.”

3. Firman Allah SWT dalam (Q.S. al-Qolam[69]:10-11) yang menegaskan keburukan pengumpat dan pencela serta larangan mengikutinya.

وَلَا تُطِعْ كُلَّ حَلَّافٍ مَهِينٍ (10) هَمَّازٍ مَشَّاءٍ بِنَمِيمٍ (11)

“Dan janganlah engkau patuhi setiap orang yang suka bersumpah dan suka menghina (10). Suka mencela, yang kian kemari menyebarkan fitnah (11).”

Sementara Nabi Muhammad s.a.w juga memerintahkan untuk:

1.Untuk berkata jujur dan melarang berbohong

عَنْ عَبْدِ اللهِ بنِ مَسْعُوْد رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ ، فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِيْ إِلَى الْبِرِّ ، وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِيْ إِلَى الْجَنَّةِ ، وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ صِدِّيْقًا ، وَإِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ ، فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِيْ إِلَى الْفُجُوْرِ ، وَإِنَّ الْفُجُوْرَ يَهْدِيْ إِلَى النَّارِ ، وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَكْذِبُ وَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ كَذَّابًا

Dari ‘Abdullâh bin Mas’ûd Radhiyallahu anhuma, ia berkata: “Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Hendaklah kalian selalu berlaku jujur, karena kejujuran membawa kepada kebaikan, dan kebaikan mengantarkan seseorang ke Surga. Dan apabila seorang selalu berlaku jujur dan tetap memilih jujur, maka akan dicatat di sisi Allâh sebagai orang yang jujur. Dan jauhilah oleh kalian berbuat dusta, karena dusta membawa seseorang kepada kejahatan, dan kejahatan mengantarkan seseorang ke Neraka. Dan jika seseorang senantiasa berdusta dan memilih kedustaan maka akan dicatat di sisi Allâh sebagai pendusta (pembohong).’”

2.Bertutur kata yang baik dan menjadikannya sebagai salah satu indikator keimanan kepada Allah

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَليَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُت

“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, maka hendaklah ia berkata baik atau hendaklah ia diam.” (Muttafaq ‘alaih)[7]

Kesimpulan

Kondisi pandemi yang mengkaselerasi penggunaan media sosial harus dibarengi dengan pengetahuan dalam memanfaatkan media sosial dengan baik. Firman Allah SWT dan sabda Nabi s.a.w dapat digunakan sebagai panduan dalam bermuamalah dan menggunakan media sosial dijaman yang serba digital. Sehingga kita tidak terjerumus menjadi orang-orang yang merugi baik didunia dan diakhirat. Akhir kata, semoga kita selalu dilindungi Allah dari perbuatan keji dan diberikan iman dan kesehatan untuk dapat beribadah kepada Allah SWT.

 

Maraji’:

[1] Kominfo. 2020. “Status Literasi Digital Indonesia”. https://aptika.kominfo.go.id/wp-content/uploads/2020/11/Survei-Literasi-Digital-Indonesia-2020.pdf

[2] Purnamasari, Deti Mega. 2021. “Sejak 2012, Kominfo Putus 3.640 Konten Ujaran Kebencian SARA”. https://nasional.kompas.com/read/2021/04/27/11400241/sejak-2018-kominfo-putus-3640-konten-ujaran-kebencian-sara

[3] Microsoft. 2021. “Civility, safety & interaction online: Indonesia”. https://aka.ms/Digital_Civility_Year_Five

[4] Indonesia, CNN. 2021. ” Sebut Netizen RI Paling Tidak Sopan, Akun Microsoft Diserang”. https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20210226140821-192-611309/sebut-netizen-ri-paling-tidak-sopan-akun-microsoft-diserang.

[5] OECD ilibrary. 21st-Century Readers. https://www.oecd–ilibrary.org/docserver/a83d84cb–en.pdf?expires=1626852677&id=id&accname=guest&checksum=63FC973CB5E3FCBFB447CCD9597C6127

[6] Rahma, Andita. 2021.”Polisi Selesaikan Kasus Pemuda Hina Palestina lewat Restorative Justice”. https://nasional.tempo.co/read/1464129/polisi-selesaikan-kasus-pemuda-hina-palestina-lewat-restorative-justice/full&view=ok

[7] MUI. 2017. “Hukum dan Pedoman Bermuamalah Melalui Media Sosial.” http://mui.or.id/wp–content/uploads/files/fatwa/Fatwa–No.24-Tahun-2017-Tentang–Hukum–dan–Pedoman–Bermuamalah–Melalui–Media–Sosial.pdf

31/07/2021
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://dppai.uii.ac.id/wp-content/uploads/2022/07/DPPAI-2022.png 0 0 Ridho Frihastama https://dppai.uii.ac.id/wp-content/uploads/2022/07/DPPAI-2022.png Ridho Frihastama2021-07-31 13:00:202021-07-31 23:16:40Bijak Bermedia Sosial, agar Gawai Tidak Jadi Petaka

Pages

  • Beranda Utama
  • Buku Eksistensi Pemuda Muslim Digital
  • Buku Pembinaan Keagamaan
  • Buku-Buku DPPAI
  • Buletin Al-Rasikh
  • Buletin Al-Rasikh 2022
  • Buletin Al-Rasikh 2023
  • Daftar Ulang
  • Dakwah Dosen Tendik UII
  • Formulir Pengislaman
  • GALERI
  • Informasi Ujian Remidi PNDI
  • Kata Pengantar
  • Kententuan Penulisan Al-Rasikh
  • Konsultasi Keislaman
  • Konsultasi Keislaman Baru
  • Kumpulan Hadis TAFAQUH
  • Kumpulan Laman
  • Lembaga Dakwah
  • Lingkup Kegiatan
  • Orientasi Nilai Dasar Islam (ONDI)
  • Pelatihan Dakwah Masyarakat (PDM)
  • Pelatihan Kepemimpinan dan Dakwah (PKD)
  • Pelatihan Kepemimpinan dan Dakwah (PKD) – Lama
  • Pelatihan Pengembangan Diri (PPD)
  • PEMBINAAN
  • Pendalaman Nilai Dasar Islam (PNDI)
  • Pendalaman Nilai Dasar Islam (PNDI) (copy)
  • Ruang Berita DPPAI
  • Struktur Organisasi
  • TAFAQUH
  • Tentang Organisasi
  • Tulisan Al-Islamiyah
  • Visi Misi & Strategi

Categories

  • Akhlaq
  • Al-Islamiyah
  • Aqidah
  • Artikel Dakwah Tendik
  • Berita
  • Berita Universitas
  • BTAQ dan PI
  • Buletin Al-Rasikh
  • Data Peserta
  • Fiqh
  • Hasil Ujian
  • Ibadah
  • Kegiatan
  • Lainnya
  • ONDI
  • Pengumuman
  • Pesantrenisasi
  • Pesantrenisasi I
  • Pilihan
  • Uncategorized

Archive

  • Maret 2024
  • Desember 2023
  • November 2023
  • Juli 2023
  • Maret 2023
  • Februari 2023
  • November 2022
  • Oktober 2022
  • September 2022
  • Juli 2022
  • Juni 2022
  • April 2022
  • Maret 2022
  • Februari 2022
  • Januari 2022
  • November 2021
  • Oktober 2021
  • September 2021
  • Agustus 2021
  • Juli 2021
  • Juni 2021
  • Mei 2021
  • Maret 2021
  • Desember 2020
  • November 2020
  • Oktober 2020
  • September 2020
  • Agustus 2020
  • Juli 2020
  • Maret 2020
  • Desember 2019
  • November 2019
  • Oktober 2019
  • Mei 2019
  • Desember 2018
  • Juli 2018
  • Juni 2017
  • Maret 2017
  • Februari 2017
  • Januari 2017

Gedung Masjid Ulil Albab Lt.3
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: 0274-898444 Ext. 2405
Whatsapp: +62 815-8881-364
Email: [email protected]

 

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2021.

© Hak Cipta 2024 - Direktorat Pendidikan dan Pembinaan Agama Islam UII | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Konten dimutakhirkan 10 Januari 2025
  • Link to Facebook
  • Link to WhatsApp
  • Link to Instagram
  • Link to Youtube
Link to: Sedekah Jumat Berkah Link to: Sedekah Jumat Berkah Sedekah Jumat Berkah Link to: Manfaat Saling Tolong-Menolong Antar Sesama Link to: Manfaat Saling Tolong-Menolong Antar Sesama Manfaat Saling Tolong-Menolong Antar Sesama
Scroll to top Scroll to top Scroll to top