DPPAI Selenggarakan Pelatihan Bagi Masyarakat Bimomartani Sleman

Upaya Direktorat Pendidikan dan Pengembangan Agama Islam (DPPAI) UII dalam berdakwah tidak pernah surut dan tidak hanya terbatas pada lingkup internal UII saja. Kali ini (21/12), DPPAI UII memberikan pelatihan pada puluhan Roisul Kaum, mudir(sebutan tokoh agama.red) dan tokoh masyarakat Kelurahan Bimomartani Kec. Ngemplak Sleman. Pelatihan ini memang fokus membahas mengenai perawatan jenazah dan manajemen masjid sehingga relevan dengan sasaran peserta pelatihan. Hadir sebagai pemateri Kadiv . Pendidikan dan Pengembangan Dakwah Drs. Zamroni, MSI dan Direktur DPPAI UII dr. Agus Taufiqurrohman, M.Kes, Sp.S.

Sebagai seorang tokoh di masyarakat, sebut Drs. Zamroni, MSI, tentunya selalu menjadi tauladan pada setiap perilakunya terutama dalam menjalankan ibadah. Bahkan, seringkali tugas seorang roisul kaum melebihi dari tugas seorang pemangku jabatan desa. “Untuk itu, pelatihan ini diharapkan dapat memperdalam pemahaman mengenai ajaran Islam khususnya seputar perawatan jenazah dan manajemen masjid”ucapnya.

Menurut Drs. Zamroni, pelatihan yang dilaksanakan di masjid Ulil Albab Kampus Terpadu UII ini sangatlah penting untuk diikuti. Pasalnya, seringkali terjadi perbedaan pendapat (khilafiyah) di tengah masyarakat terhadap pelaksanaan ibadah seperti perawatan jenazah. Meskipun memang, tandasnya, semua pendapat itu kembali pada hadits Rasul Muhammad SAW.

Dalam uraiannya mengenai perawatan jenazah, Drs. Zamroni kembali menegaskan hadits Nabi mengenai hak dan kewajiban antar sesama muslim. “Ada enam perkara dasar yang menjadi hak dan kewajiban antarmuslim satu dengan muslim lainnya”ungkapnya. Yakni, sebutnya, menyebarkan salam jika bertemu, menghadiri undangan, saling membantu dan memberi nasehat dalam kebaikan, saling mendoakan ketika bersin, menjenguk di kala orang lain sakit, dan mengurus jenazah.

dr. Agus Taufiqurrahman, M.Kes., Sp.S

Terkait dengan manajemen masjid, dr. Agus Taufiqurrohman, M.Kes, Sp.S. yang juga dosen tetap Fakultas Kedokteran UII menegaskan, upaya memakmurkan masjid merupakan suatu kewajiban bagi setiap orang yang beriman.  “Jika seseorang telah menyatakan beriman pada Allah SWT dan hari akhir, maka tentulah dirinya wajib memakmurkan masjid”tegasnya merujuk pada ayat Qur`an.

Ada beragam cara guna memakmurkan masjid, ungkap dr Agus, yang pada intinya memperbanyak ibadah di masjid. Sesuai dengan fungsinya, masjid dapat dimakmurkan dengan memperbanyak dzikir, melaksanakan sholat, mengurus zakat, ukhuwah Islamiyah, dan lain semisalnya. “Sangat disayangkan, banyak masjid megah yang sepi terhadap aktivitas peribadahan. Untuk itu, menjadi tanggung jawab bersama bagi seorang mukmin untuk memakmurkan masjid dengan kegiatan ibadah mendekatkan diri pada Allah SWT”jelasnya.

Staf Bagian Ketakmiran DPPAI Nurul Hakki, S.Ag mengabarkan pada Humas UII, pelatihan ini merupakan program rutin DPPAI UII sebagai dakwah Islamiyah pengamalan Catur Dharma. “DPPAI UII akan selalu mengembangkan kegiatan ini baik dalam internal UII maupun eksternal daerah di sekeliling UII hingga seluruh pelosok di wilayah DIY ini. Juga, tidak hanya pada takmir masjid saja melainkan semua kalangan”ungkapnya.

Harap Nurul Hakki, S.Ag, dengan pelatihan setengah hari ini, peserta dapat membedakan antara ajaran agama Islam dengan budaya nenek moyang. “Diharapkan para tokoh agama Islam dapat menjadi panutan di masyarakat, serta dalam menyebarkan ajaran agama Islam sesuai Al Qur`an Hadits Ijma` Qiyas Ijtihad, sesuai syariat”tandasnya senada dengan Drs. Zamroni.

TAGS:  ,

 
BANTUAN INFORMASI?