Kesabaran Dibutuhkan Dalam Dakwah

Berdakwah dipahami menjadi salah satu kewajiban bagi setiap umat Islam di manapun berada. Namun demikian tidak sedikit dari umat Islam dinilai enggan untuk melakukannya karena merasa dirinya belum pantas untuk berdakwah. Hal ini tentunya menjadi keprihatinan mengingat banyaknya umat yang masih membutuhkan pencerahan.

Bila berdakwah menunggu pemahaman tentang Islam pada posisi sempurna, kapan Islam dapat tersampaikan. Walaupun pemahaman itu hanya satu ayat, sebenarnya sudah dapat disampaikan. Demikian dituturkan dr. H. Agus Taufiqurrahman Sp.S, M.Kes. saat menjadi pembicara pada Pelatihan Dakwah untuk Dosen dan Tenaga Kependidikan di lingkungan UII, di gedung Perpustakaan Pusat UII, Rabu (23/3).

Namun demikian menurut dr. Agus Taufiqurahman yang juga dosen pada Fakultas Kedokteran UII, penting untuk difahami jangan sampai apa yang kita sampaikan itu kita tidak melaksanakannya. Kita mempunyai kewajiban untuk mencegah kemungkaran di level masing-masing, yakni dengan menyampaikan nasihat yang baik.

”Seperti contohnya di UII, dakwah bil hal (dengan keteladanan) dapat dilakukan dengan memberikan pelayanan yang maksimal dan memuaskan,” ungkap dr. Agus Taufiqurahman pada acara yang digagas oleh Direktorat Pendidikan dan Pengembangan Agama Islam UII ini.

Ia juga menambahkan, dalam melaksanakan da’wah tentunya bukanlah hal yang mudah, tetapi juga membutuhkan kesabaran. Dalam berdakwah hendaknya juga dilakukan dengan hati senang. “Dengan berdakwah selain berguna bagi diri sendiri, namun juga dengan berdakwah kita dapat berbuat lebih untuk orang lain” paparnya.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam berdakwah seperti disampaikan dr. Agus Taufiqurahman yakni berbicara bukan asal yang disampaikan. Ketika menyimak dakwah kita, audiens hendaknya dapat memahami sekaligus menikmati apa yang kita sampaikan. “Ibarat makanan selain mengenyangkan tetapi juga lezat,” tuturnya.

Lebih lanjut disampaikan dr. Agus Taufiqurahman, cara penguasaan public speaking dalam berdakwah antara lain dengan memahami ilmu dan memperbanyak dengan praktik. Empat unsur penting yang hendaknya diperhatikan dalam berdakwah antara lain kepribadian pendakwah, struktur pesan, gaya bahasa dan proxenil. Sementara lima faktor kesuksesan dalam berdakwah antara lain kredibilitas, antusiasme, simpatik, kapabilitas, dan kejelasan dalam memaparkan.

Tiga tahap persiapan yang dapat dilakukan sebelum berdakwah antara lain tahap perencanaan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi. “Namun demikian selain itu juga penting untuk memperhatikan fisik, materi dan psikis kita sebelum menyampaikan dakwah,” pungkas dr. Agus Taufiqurahman.