INTERNALISASI NILAI-NILAI ISLAM DALAM PEMBELAJARAN
Kajian Internalsasi Nilai-Nilai Islam di FPSB

Kajian Internalsasi Nilai-Nilai Islam di FPSB

Internalisasi nilai-nilai islam di Universitas yang bernafaskan Islam  merupakah sebuah keharusan. Dibutuhkan peran dari berbagai pihak untuk mewujudkannya, termasuk peran dari dosen yang terlibat aktif dalam pembelajaran. Untuk menjembatani hal itu, Direktorat Pendidikan dan Pengembnagan Agama Islam (DPPAI) kembali menggelar internalisasi nilai-nilai islam dalam pembelajaran. Program ini secara rutin dilakukan oleh DPPAI dengan cara roadshow ke fakultas-fakultas yang berada di UII.

            Program internalisasi pada bulan Mei 2015 dilaksanakan di prodi FPSB, tepatnya tanggal 11 Mei 2014 bertempat di Auditorium FPSB. Acara diikuti oleh dosen-dosen FPSB dengan menghadirkan pembicara Dr. Fuad Nashori dan Rudy Syah Putra, Ph.D. “Program ini merupakan stimulus yang dapat menjadi masukan bagi dosen-dosen untuk pelaksanaan internalisasi nilai islam di kampus” Hal itu diungkapkan Jamaludin Ghafur, SH.,MH dalam sambutannya.

            Pada sesi pertama, Dr. Fuad Nashori mempresentasikan materi “internalisasi nilai islam di FPSB”. Ia menyampaikan bahwa agama islam merupakan agama yang sempurna dan umat islam merupakan umat terbaik. Hal ini  berbanding terbalik dengan kenyataan yang ada. Oleh karena itu, ia menyampaikan bahwa umat islam harus kembali ke pangkuan islam. Untuk menegakkan Universitas Islam  harus diterapkan pengetahuan yang sesuai dengan kitab suci dengan proses pendidikan yang bersandar tauhid.

            Lebih lanjut, ia mengemukakan gagasan Bilgrami& asyraf (The concept of islamic University, 1985) bahwa Universitas Islam harus memiliki konsep yang berstandar pada kitab suci, konsep (proses) pendidikan bersandar tauhid, staf pengajar yang menjunjung niali islam, mahasiswa yang terseleksi secara moral dan akademis, pimpinan dan staf yang berdedikasi, alumni yang bermoral dan bermanfaat. Disamping itu, pengembangan sains islam harus kembali kepada paradigma Al-qur’an yaitu suatu konstruksi pengetahuan yang memungkinkan kita memahami realitas sebagaimana al-qur’an memahaminya.

            Pada sesi kedua, materi disampaikan oleh Rudy Syah Putra, Ph.D yang menyampaikan materi internalisasi nilai-nilai islam dalam perkuliahan di MIPA. Ia menyatakan bahwa UII telah memiliki motto yang brilian yakni berilmu amaliah dan beramal ilmiah. Ilmu itu harus diamalkan dan bermanfaat bagi sesama. Disamping itu, bahwa UII memiliki harapan bahwa insan yang berada di lingkungan UII adalah insan yang bertauhid, insan yang berilmu, insan profesional dan insan pemimpin.

            Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa filosofi pendidikan islam harus memungkinkan seseorang dapat mengarahkan kehidupannya sesuai dengan cita-cita islam, sehingga dengan mudah ia dapat membentuk hidupnya sesuai dengan ajaran islam. Manusia mampu memenuhi kebutuhan dan tuntutan hidupnya seiring dengan perkembangan iptek tanpa menghilangkan prinsip-prinsip islami yang diamanahkan Allah untuk manusia.


 
BANTUAN INFORMASI?