Tunaikan Misi Dakwah Islamiyah, DPPAI UII Aktif Berdakwah ke Masyarakat

Dakwah Islamiyah pada dasarnya tidak hanya menjadi kewajiban para ulama namun semua unsur umat Islam, tak terkecuali institusi pendidikan. Oleh karenanya, Universitas Islam Indonesia (UII) pun terus melebarkan pengabdian dan dakwah Islamiyah di tengah masyarakat. Seperti tergambar dalam kegiatan dakwah yang diadakan oleh DPPAI UII di Masjid Al- Birro, Kenaran, Sleman – Yogyakarta pada Ahad (11/5). Bertindak sebagai pemateri Ustadz Supriyanto Pasir, S.Ag., M.Ag dan Ustadz Jamroni, M.Si.

Pada kesempatan pertama Ustadz Supriyanto Pasir, S.Ag., M.Ag menyampaikan materi tentang do’a keselamatan dunia dan akhirat. Beliau menyampaikan bahwa kematian tidak bisa diundur-undur dan tidak bisa diminta untuk diajukan barang sedetik pun. “Jika malakul maut datang maka kapanpun nyawa dapat diambil. Kita sebagai manusia hanya berkewajiban untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin”, tandasnya.

Diantara do’a penting sebagai bentuk pengharapan kepada Allah adalah do’a keselamatan dunia dan akhirat. Bunyinya “Allahumma innaa nas’aluka salaamatan fiddin wa’afiayatan fil jasadi, wa ziyadatan fil ‘ilmi wa barokatan fi rizki, wataubatan qoblal maut, wa rahmatan’ indal maut, Allahumma hawwin ‘alaina fi sakaratil maut, wa najaata minannari wal ‘afwa ‘indal hisab”.

Di samping itu, ia juga menyampaikan bahwa dalam berdo’a hendaknya memahami apa yang dibaca. Oleh karena itu, pada kesempatan tersebut Ustadz Supriyanto pun mengupas arti doa tersebut. Allaahumma inna nasaluka salamatan fiddin (Ya Allah berikanlah kami keselamatan dalam agama islam). Hal ini dimaksudkan sebagai permohonan agar senantiasa memeluk agama Islam sampai akhir hayat. Beliau juga mengutip hadits yang artinya siapa yang mengucap lailahaa illallah di akhir hayatnya dia akan masuk surga.

Selanjutnya do’a tersebut Wa ‘afiyatm fil jasad berarti mohon kesehatan badan. Waziyadatan fil’ilmi maksudnya mohon penambahan ilmu. “Ilmu harus dicari karena sebagaian dari tanda kiamat itu adalah diangkatnya ilmu. Ilmu yang dimaksud di sini adalah jika ilmu agama yang berkaitan dengan akhirat. Jika ilmu diangkat oleh Allah maka akan semakin banyak orang bodoh”, jelasnya.

Wabarakatan fir rizqi berarti meminta untuk dianugerahi rizki yang barakah. Wataubatan qoblal maut adalah permohonan agar dapat bertaubat sebelum mati. Sebab Allah tidak akan menerima taubat jika nyawa sudah sampai di tenggorokan. “Oleh karena itu, Rasulullah mengajarkan minimal kita beristigfar seratus kali dalam sehari”, ucapnya. Ia melanjutkan, Wa rahmatan ‘indal maut artinya mendapat rahmat ketika kematian. Wamagfiratan ba’dal maut berarti mendapatkan ampunan setelah kematian.

Sesi selanjutnya diisi oleh Ustadz Jamroni, M.Si yang menyampaikan materi tentang perawatan jenazah. Materi perawatan jenazah disampaikan dengan dilengkapi praktek sehingga masyarakat dapat mengetahui dengan jelas. Lebih lanjut beliau menyampaikan bahwa perawatan jenazah dimulai dari mendampingi orang yang sakaratul maut. “Orang yang hidup supaya bisa membimbing orang yang sedang menghadapi sakaratul maut dengan kalimat syahadat”, katanya. Bahkan, ia juga menyampaikan bahwa orang yang hidup pun harus berlatih mengucap kalimat syahadat dalam kesehariannya.


 
BANTUAN INFORMASI?