Meningkatkan Etos Kerja dalam Pembinaan Keislaman

Acara sarasehan musyrif dan musyrifah yang bertempat di Gedung Kuliah Umum (GKU) Sardjito  (02/06/2013), acara ini digelar guna mendapatkan solusi dalam meningkatkan etos keja dalam kepanduan, dan diikuti oleh sekitar 40 orang musyrif. Acara tersebut mengambil tema Melestarikan Budaya Peningkatan Etos Kerja dan Estafet Amal Shalih dalam Aspek Kepemanduan dan Pembinaan”. Musyrif dan musyrifah memiliki peran yang besar dalam mensukseskan kegiatan pembinaan keagamaan, kinerja yang baik akan berdampak positif pada output peserta pembinaan keagamaan.

Dalam sambutannya, Jamroni MSi menekankan perlu adanya sharing dari musyrif dan pemateri sehingga tidak terjadi miskomunikasi atau kesalahan skenario pembinaan keagamaan. Ia juga menambahkan  perlu adanya kesamaan visi dalam pelaksanaan pembinaan antara dosen dan musyrif sehingga tercapainya tujuan yang diinginkan. Sebagai pemateri dalam acara tersebut, Supriyanto Pasir M.Ag menekankan kepada para musyrif untuk memperdalam ilmu agama agar dapat berbagi dan mengajarkannya kepada para peserta pembinaan keagamaan dengan baik.

Dalam acara tersebut, ada beberapa keluhan yang disampaikan oleh para musyrif, seperti disampaikan oleh Umi Laelatusshofiah. Ia mengeluhkan tentang hasil placementest yang tidak sesuai dengan kemampuan peserta. Ia berharap agar panitia pembinaan keagamaan (red: DPPAI) perlu memberi pemahaman kepada pemateri dalam penilaian dan penempatan peserta agar sesuai dengan kemampuannya masing-masing.

Berdasarkan masukan dan usulan yang disampaikan oleh musyrif, diharapkan kegiatan pembinaan keagamaan yang akan datang dapat berjalan dengan baik dan menghasilkan output yang memahami Islam dengan baik.


 
BANTUAN INFORMASI?