Kajian Rabu Siang : Kriminalitas Lumpuhkan Bangsa

Sleman, 6 Juni 2012. Kajian rabu siang pada kesempatan ini diisi oleh dosen muda UII dari fakultas hukum Ari Wibowo,S.HI.,SH,.M.H. Tema yang coba diangkat adalah tentang kriminalitas diindonesia yang masih tergolong tinggi. Situasi ini sangat tidak mendukung untuk negara berkembang seperti indonesia. Beliau menjelaskan bahwa sebanyak 275.000 kasus terjadi setiap tahunnya, sebuah angka yang sangat fantastis. Angka terbesar disumbangkan oleh ibukota indonesia yaitu jakarta. Dengan rasio perhari saja terdapat 750 tindak kriminal diindonesia, tentunya tidak sebanding dengan aparat penegak hukum.  Itulah mengapa istilah amar maruf lebih mudah dijalankan daripada nahi mungkar. Ditengah-tengah masyarakat yang semakin rendah moralnya, tentunya harus ada kelompok yang harus mengingatkan. Itulah mengapa dalam kajian tersebut beberapa kali disinggung pentingnya kehadiran FPI sebagai pelaksana pemberantasan kriminal non pemerintah. “Ada benarnya juga FPI walaupun terkadang tindakannya anarkis”, tambah ari.

Ari Wibowo, SH.,SHI.,M.H

Selain kriminalitas yang tinggi, ternyata terdapat fakta laten yang menyebutkan bahwa indonesia termasuk negara tujuan pengedar narkoba nomor 3 didunia. Dengan pertimbangan lokasi yang strategis dan penduduk usia produktif yang banyak, tidak sulit untuk mengedarkan dan membuat masyarakat indonesia ketergantungan dengan barang haram tersebut. Ari menambahkan juga, ironis sekali presiden SBY menyetujui grasi yang diajukan corby. “Ini justru menjadi pukulan telak bagi indonesia dan menjadi preseden buruk”, tegasnya. Ketika pemerintah menggalakkan pemberantasan narkoba, justru dicoreng dengan langkah presiden SBY dengan memberikan grasi kepada corby. Konon pemberian grasi itu ditukar dengan beberapa nelayan indonesia yang ditangkap oleh pemerintah australia karena nelayan tersebut melanggar batas perairan.

Kejahatan narkoba bersama korupsi yang telah merajalela diindonesia masuk dalam extraordinary crime. Keadaan ini memperburuk citra indonesia sebagai muslim terbesar didunia, apalagi kriminalitas lokal yang tidak mampu ditangani dengan baik membuat negara ini sekarat. Ari menambahkan bahwa problem kriminalitas terjadi karena beberapa faktor, yang pertama; semakin rendahnya moral bangsa. Hal tersebut mempengarus angka kriminalitas untuk beranjak naik. Maka dari seharusnya kita semua memulai untuk bersama-sama memperbaiki moral bangsa. Faktor yang kedua; kemiskinan yang merakyat, didukung data terbaru yang menunjukkan sekitar 10% rakyat indonesia temasuk golongan miskin dan 12% hampir miskin. Faktor yang ketiga adalah kebodohan, kasus singkawang bisa menjadi contoh bahwa human trafficking adalah potret mengakarnya kebodohan pada masyarakat perbatasan.kebodohan membuat wanita indonesia diberdayakan secara ilegall kepada orang taiwan yang mencari istri yang menimbulkan berbagai praktek kasus penipuan. Dengan berbagai faktor yang belum mampu ditangani dengan baik oleh pemerintah itu, wajar indonesia bisa dikatakan bangsa dengan tindak kriminal tinggi dan stabil. Stabil dan diprediksi akan terus meningkat, mengingat permasalahan bangsa justru semakin banyak dan mudah dilupakan jika terdapat kasus baru.

Diakhir kajian tersebut, ari menambahkan satu fakta sebagai oto kritik bersama. Berdasarkan global economics journal, indonesia adalah negara yang paling rendah mengamalkan nilai-nilai keislaman. Jadi marilah kita lanjutkan perjuangan Rasulullah untuk menyempurnakan akhlak manusia dimuka bumi, semoga.[]


 
BANTUAN INFORMASI?