Mahasiswa UII Diajak studi Magister dan Doktoral Gratis di Universitas Malaya

Dalam rangka mempererat hubungan dan memperluas jaringan khususnya dengan Perguruan Tinggi Indonesia, Universitas Malaya bersilaturahmi ke Universitas Islam Indoneisa, Selasa (10/5) di ruang VIP GBPH Prabuningrat Kantor Rektorat UII. Delegasi Universitas Malaya (UM) yang terdiri Naib Conselor Prof. Datuk. Dr. Ghauth Jasmon, Timbalan Naib Caonselor Akademik dan Antarbangsa, Prof. Dato` Dr. Jamil Maah, Dekan Fakulti Sain Prof. Dato` Dr. Mohd Sofian Azirun, Pengarah Akademi Pengajian Islam Prof. Madya Dr. Ruzman Md, Noor, Ketua Jabatan Kejuruteraan Elektrik Fakulti Kejuruteraan Prof. Madya Dr. Faisal Rafiq Mohammad Adikan bermaksud untuk mengajak mahasiswa UII yang ingin melanjutkan studi Magister maupun Doktoral di Universitas Malaya secara gratis.

Sementara pihak Universitas Islam Indonesia (UII) yang menyambut delegasi dari Universitas Malaya yakni terdiri dari Wakil Rektor I Nandang Sutrisna, SH. M.Hum. LLM. Ph.D., Wakil Rektor III Ir. Bachnas, yang didampingi oleh M.Sc Dekan Internasional Program Drs. Asma`i Ishak, M.BUS, Wakil Dekan Internasional Program Ir. Wiryono Rahardjo, M.Arch.Ph.D, Dekan Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Sus Budiharto, S.Psi.M.Si.P.Si., Dekan Fakultas MIPA Yandi Syukri, S.Si M.Si Apt., Staff DPPAI UII, Drs. Zamroni, Direktur Promosi,  Kerjasama, dan Alumni Fitri Nugraheni, ST.MT.Ph.D, Ketua Prodi Ekonomi Islam, Nur Kholis, S.Ag.M.Sh.Ec.

Prof. Datuk. Dr. Ghauth Jasmon di awal diskusi, menyebutkan bahwa Universitas Malaya kini telah mendapatkan hibah dalam meningkatkan kualitas internal khususnya di tingkatan Magister dan Doktoral. Untuk itu, Naib Conselor tersebut berharap besar pada mahasiswa UII bisa tertarik untuk melanjutkan studi di UM. “Kami bermaksud menawarkan Master-Doktoral Degree dengan beasiswa, juga bisa dalam bentuk student dan staff exchange, maupun penelitian bersama yakni bisa penelitian di bidang medical (kesehatan, medis) dan technic (teknik)”ungkapnya.

Direspon positif
Kehadiran delegasi dari Universitas Malaya tersebut mendapat respon positif dari pihak Universitas Islam Indonesia. Menurut Wakil Rektor I, Nandang Sutrisna, Ph.D. kerja sama ini tentunya sangat menguntungkan bagi kedua belah pihak. “Ada 4 keuntungan yang dapat didapat yakni nilai tambah bagi para mahasiswa, staff, dosen yang akan berstudi di UM, terlebih lagi kedua belah pihak pun berkesempatan untuk melakukan international conference”jelasnya.

Lebih lanjut, Nandang Sutrisna, Ph.D. menegaskan bahwa UII memang selalu meningkatkan kerjasama dengan Perguruan Tinggi berbasis Islam di seluruh dunia. “UII bertambah lagi kesempatan untuk meningkatkan hubungan dan meningkatkan kualitas mutu dengan Universitas berbasis Islam, kami tentunya sangat bersyukur”terangnya.

Sementara Wakil Rektor III pun berharap bahwa jaringan yang telah terbina ke depan dengan Universitas Malaya akan semakin meningkat dan erat. Untuk itu, Ir. Bachnas, M.Sc. menghimbau kepada kedua belah pihak untuk segera mengadakan penandatanganan MoU dan segera ditindaklanjuti. “Guna mempererat dan memperkuat hubungan kerja sama ini, perlu adanya suatu payung yang dibuat oleh universitas dan nantinya akan diperlanjutkan ke program studi (departemen) yang ada di lingkungan UII khususnya”himbaunya.

Kemudian sesi kunjungan dilanjutkan berdiskusi, bertukar informasi mengenai fakultas dan program studi yang bisa melalukan pertukaran mahasiswa (mahasiswa, staff, dosen yang akan berstudi di UM). Di akhir diskusi, disepakati ada beberapa program studi yang bisa melakukan kerja sama pertukaran mahasiswa yakni program studi Islamic studies, teknik elektro, statistika, matematika, teknik lingkungan, psikologi, internasional program dan program studi lain terkait yang ada di kedua belah pihak baik UM maupun UII. Kedua belah pihak pun sepakat untuk melanjutkan kerja sama ini dengan penandatanganan MoU dan segera direalisasikan terutama dalam jangka 5 tahun ke depan (2011 – 2016).

Delegasi Universitas Malaya Tengok Candi Pustakaƈala UII

Delegasi Universitas Malaya Tengok Candi Pustakaƈala UII

Seusai melakukan kesepakatan kerja sama dengan UII, tim delegasi dari Universitas Malaya menyempatkan diri untuk mengunjungi candi pustakaƈala yang sekelilingnya masih dibangun perpustakaaan UII yang tinggal dalam tahap penyempurnaan. Mereka sangat takjub melihat candi itu sebab di Malaysia tidak ada candi. “Kami sangat takjub berjumpa dengan candi ini, kerana kami belum pernah menjumpainya”ungkapnya.

Humas UII menjelaskan bahwa candi ini dimaknai sebagai bukti sejarah yang patut dilestarikan. “UII memaknai candi ini sebagai suatu hasil kekayaan budaya dan sejarah Indonesia, untuk itu UII bertanggungjawab untuk menjaganya”jelasnya.

 

TAGS:  ,